Muji Dwi Leksono dan Pengabdian Tanpa Batas Bagi Lingkungan Kota Batu
Batu | Serulingmedia.com– Pada hari ini Jum’at, 1 November 2024, Muji Dwi Leksono, seorang abdi negara yang telah mengabdikan dirinya hampir empat dekade untuk Kota Batu, secara resmi memasuki masa purna tugas.
Mengakhiri kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Muji dikenang sebagai figur penuh dedikasi dan inspirasi bagi lingkungan hidup dan kemajuan daerah.

Pada hari terakhir masa baktinya, Muji memilih berkeliling ruang kantor DLH untuk berpisah dengan rekan-rekan sejawatnya, memberikan motivasi terakhir, dan menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam.
” karena siang ini merupakan detik- detik jelang perpisahan dengan teman- teman yang setiap harinya selalu bekerjasama dalam membangun lingkungan hidup di Batu, kami sempatkan untuk bercengkarama dan beri motivasi karena jam 16.00 saya sudah tidak menjadi bagian mereka lagi” ungkap Muji sambil tersenyum ketika berbincang dengan anak buahnya, Kamis siang ( 31/10/2024 ).

Muji Dwi Leksono, yang berkarya selama 40 tahun, layaknya pelita yang tak pernah padam. Pribadi dan ilmunya telah menerangi banyak orang, menjadi sumber wawasan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Semangat yang tertanam dalam peribahasa ini menginspirasi Muji untuk mencurahkan gagasan dalam berbagai karya, mulai dari tulisan di buku hingga papan tempel yang menjadi panduan harian para pegawai di lingkungan kerja DLH Kota Batu.
“Buah pikiran saya berupa ide dan gagasan ini tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga tercatat dan tercetak. Sehingga siapapun bisa membaca, menyimpan, dan bahkan melanjutkan,” ujarnya.

Salah satu buku terakhir yang dihasilkan oleh Muji mengupas tentang upaya penanganan ikon wisata yang tengah mati suri, Bianglala di Alun-alun Batu. Wahana yang dulu menjadi daya tarik ini sudah lama tidak beroperasi karena kerusakan.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Muji dan tim melakukan kajian mendalam untuk merevitalisasi ikon tersebut, dan rencana renovasi akan diajukan pada APBD 2025.
Rencana ini mencakup dua opsi; opsi pertama adalah membangun Bianglala baru setinggi 49 meter dengan 28 anting, dan opsi kedua adalah setinggi 52 meter dengan 32 anting.

Dalam pandangan Muji, DLH adalah dinas yang istimewa. Baginya, akronim “DLH ISTIMEWA” tidak sekadar ungkapan kebanggaan, tetapi juga rangkaian nilai yang selalu ia tanamkan dalam keseharian kerja di DLH: Istimewa :
Inisiatif: Mengambil langkah pertama dengan kesadaran diri untuk memenuhi kebutuhan atau mencari solusi.
Solutif: Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah atau mencari jalan keluar.
Transparansi: Mengedepankan keterbukaan dan kejelasan dalam setiap langkah.
Inovatif: Mendorong cara berpikir kreatif untuk menemukan solusi baru.
Motivasi: Memberikan dorongan pada diri dan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Educatif: Memberikan pendidikan dan wawasan baru yang bermanfaat.
Wonderful: Berusaha menjadi luar biasa dan menginspirasi.
Adaptif: Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan.
Setiap huruf dalam akronim tersebut menggambarkan karakter Muji yang selalu aktif dalam memberikan inspirasi dan inovasi untuk lingkungan hidup di Batu. “Bagi saya, DLH itu istimewa,” tegasnya dengan bangga.
Ketika ditanya apa rencana setelah purna tugas, Muji menjawab dengan rendah hati, “Momong cucu, hidup itu mengalir apa kehendak Gusti dan selalu bersyukur.”
Jawaban ini mencerminkan kerendahan hatinya, setelah lama berjuang demi kemajuan Kota Batu. Meski tak lagi aktif di pemerintahan, semangat dan gagasan-gagasan Muji Dwi Leksono akan selalu melekat di hati rekan kerja dan masyarakat Batu, sebagai inspirasi yang tak lekang oleh waktu.( Eno ).






