Lahan Bekas Tumpukan Sampah di TPA Tlekung Akan Disulap Jadi Eduwisata Produktif untuk Masyarakat
Batu | Serulingmedia.com – Lahan sel bekas seluas tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung seluas 1 hektar akan dimanfaatkan sebagai kawasan eduwisata dan ruang hijau produktif bagi warga.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Vardian Budi Santoso, mengungkapkan bahwa lahan yang sebelumnya menjadi lokasi pembuangan sampah kini sudah diratakan dan ditutup dengan tanah. Rencananya, pada tahun 2025, lahan ini akan ditanami berbagai jenis tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Tumpukan sampah yang sempat terbakar sudah mulai rata dengan urukan tanah. Nantinya, area ini akan dimanfaatkan untuk eduwisata dan ditanami tanaman berbuah yang bisa dinikmati masyarakat pada tahun 2025,” ujar Vardian, yang akrab disapa Pepeng, di kantornya, Jumat (1/11/2024).

Pengelolaan sampah di TPA Tlekung dilakukan dengan tiga unit mesin incinerator berkapasitas total 35 ton per hari, yang masing-masing mampu memproses 15 ton sampah. Ketiga mesin ini telah tersertifikasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan memenuhi standar emisi.
“Setiap harinya, sampah yang masuk ke TPA sekitar 30 ton, sehingga dalam sehari semua sampah sudah terkelola habis,” lanjutnya.
Pembuangan sampah dari berbagai wilayah di Kota Batu dilakukan setiap hari dari pukul 08.00 hingga 21.00, dengan truk-truk DLH mengangkut sekitar 30 ton sampah dari 21 titik pengumpulan, di antaranya Jalan Pattimura, Dewi Sartika, Agus Salim, Sultan Agung, dan lainnya.
Pepeng menjelaskan, sampah organik dari TPA Tlekung diolah menjadi pupuk cair dan eco-enzyme, sedangkan sampah anorganik dan daun kering diubah menjadi kompos.
” Abu hasil pembakaran di incinerator dijadikan bahan untuk paving dan batako, sementara sampah plastik diolah menjadi papan. Sisa sampah yang tidak terpakai akan ditempatkan di sel penutup untuk lebih memaksimalkan pengelolaan lingkungan ” lanjutnya.
Pemanfaatan lahan bekas pembuangan sampah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. ( Eno ).






