Muhammad Anwar Serukan Pengelolaan Kawasan Songgoriti Kembali ke Kota Batu

Screenshot_20241209-081840_Gallery

 

Batu | Serulingmedia.com – Muhammad Anwar, seorang pemuda penggiat Jelajah Kampung, fasilitator pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pengurus Dewan Kesenian Kota Batu, menyerukan agar pengelolaan kawasan Songgoriti kembali menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Batu.

Hal ini disampaikan Anwar terkait status kawasan Songgoriti yang masih berada di bawah kewenangan Kabupaten Malang, padahal kawasan ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan potensi wisata yang sangat penting bagi identitas Kota Batu.

“Songgoriti bukan hanya aset fisik, tetapi juga simbol identitas sejarah dan budaya masyarakat Batu. Di sinilah Candi Supo, salah satu candi tertua di Jawa Timur, berdiri sebagai warisan leluhur yang harus dilestarikan. Sebagai pusat sejarah dan budaya, sudah seharusnya kawasan ini dikelola langsung oleh Kota Batu, demi pelestarian yang lebih baik dan optimalisasi manfaatnya untuk masyarakat lokal,” ujar Anwar, Senin ( 9/12/2024 ).

Sebagai seorang fasilitator pariwisata dan ekonomi kreatif, Anwar menekankan bahwa Songgoriti memiliki potensi besar untuk menjadi pusat wisata berbasis budaya dan edukasi sejarah.

Menurutnya, pengelolaan yang terintegrasi di bawah Kota Batu akan memberikan banyak manfaat bagi pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat setempat, dan menjadikan kawasan ini sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan.

Anwar, yang juga pendiri Mandala Kreatif Nusantara, menyatakan keyakinannya bahwa kembalinya Songgoriti ke Kota Batu akan membuka peluang besar untuk revitalisasi kawasan ini.

“Songgoriti adalah bagian dari narasi besar Kota Batu, dan harus dikelola dengan penuh dedikasi demi masa depan,” tegasnya.

Melalui gerakan Jelajah Kampung dan berbagai kolaborasi dengan komunitas lokal, Anwar mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperjuangkan hal ini.

“Mari kita bersama-sama mengembalikan Songgoriti ke pangkuan Kota Batu, menjaga warisan budaya, dan menjadikannya inspirasi bagi generasi mendatang,” tutupnya.

Gerakan ini diharapkan akan mendapat dukungan masyarakat dan warga Batu dengan mengajak lebih banyak orang untuk memperjuangkan hak pengelolaan kawasan Songgoriti. Untuk mendukung perjuangan ini, warga Batu juga menyerukan tagar-tagar terkait melalui media sosial:
#SaveSonggoriti, #BaleknoSonggoriti, #SonggoritiMBatu, dan #SonggoritiKotaBatu.

Dengan semangat kolaborasi dan rasa tanggung jawab terhadap warisan budaya, diharapkan Songgoriti dapat kembali menjadi bagian integral dari Kota Batu, serta memberi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.( Eno ).