Menuju Pendidikan Berkeadilan, Dindik Surakarta Matangkan Strategi 2026–2029

IMG-20260122-WA0022-2

Surakarta I Serulingmedia.com Menuju pendidikan yang berkeadilan dan inklusif, Dinas Pendidikan Kota Surakarta mematangkan strategi pembangunan bidang pendidikan untuk periode 2026–2029. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas mutu pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Diskusi Kelompok Terbatas (DKT) yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surakarta di aula setempat, Kamis (22/01/2025). Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan kebijakan pendidikan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menegaskan bahwa dua prinsip utama yang menjadi landasan kebijakan pendidikan ke depan adalah peningkatan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan.

“Penyelenggaraan pendidikan harus berbasis pada peningkatan kualitas mutu dan pemerataan untuk semua. Dua hal ini menjadi tolok ukur utama kami dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” tegas Dwi Ariyatno.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Tarno, dalam laporannya menjelaskan bahwa DKT diselenggarakan untuk menghimpun gagasan dari berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat kebijakan pendidikan berbasis data. Evaluasi kinerja tahun 2025 akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan program tahun 2026, sekaligus sebagai dasar identifikasi isu-isu strategis tahun 2027.

“Pelaksanaan DKT ini diharapkan mampu menjadi sarana sinkronisasi rencana strategis daerah, sehingga program dan anggaran yang disusun benar-benar efektif, efisien, dan tepat sasaran,” ujar Tarno.

Diskusi tersebut diikuti peserta lintas sektoral, mulai dari perangkat daerah, pengawas sekolah, akademisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Slamet Riyadi (Unisri), hingga komunitas pemerhati pendidikan seperti Patiro dan Forum Anak Surakarta.

Melalui keterlibatan berbagai elemen tersebut, Dinas Pendidikan Kota Surakarta berharap dapat membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan yang bermutu. (Dan)/Eno).