Calon Walikota dan Wakil Walikota Malang 2024-2029: Dwi Hari Cahyono dan Ahmad Fahri Sulaiman Sambang Sedulur Kota Malang

Screenshot_20240527-073627_Gallery

 

Malang | serulingmedia.com – H. Dwi Hari Cahyono, S.Hut.S.Sos.M.Ap. (PKS) dan Ahmad Fahri Sulaiman Mpd (Gus Fahri – PKB) resmi penjagagan diri sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Malang untuk periode 2024-2029, berlangsung di Jalan Bogor No. 1 Kota Malang,Minggu malam (26 /5/ 2024).

Acara tersebut dihadiri oleh puluhan warga yang menunjukkan antusiasme mereka terhadap prospek baru bagi kota Malang.

Dwi Hari Cahyono (DHC), yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan motivasinya untuk maju sebagai calon walikota.

Ia merasa terpanggil untuk memperbaiki kondisi kota Malang yang menurutnya indah namun kurang terarah. Dengan anggaran APBD sebesar 2,7 triliun, DHC menekankan bahwa anggaran tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, bukan hanya menjadi cerita yang didengar tanpa ada realisasi manfaat nyata bagi masyarakat.

” APBD itu uang rakyat dan untuk rakyat bukan APBD buat cerita untuk rakyat sehingga rakyat hanya mendengar saja tidak menikmati uangnya ” ungkap Dwi Hari Cahyono

DHC menyoroti beberapa masalah yang perlu diatasi di kota Malang, seperti kemacetan, ketimpangan ekonomi, dan penataan UMKM yang semrawut.

Dwi berpendapat untuk membangun kota Malang dibutuhkan pemikiran dan gagasan yang holistik. Oleh karena itu, ia dan Gus Fahri berjanji untuk mengalokasikan dana sebesar Rp 1 miliar untuk kegiatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di setiap kelurahan dan kecamatan.

Selain itu, mereka berkomitmen untuk menjadikan Malang sebagai kota pendidikan dengan program “Setiap Rumah Satu Sarjana” dan inisiatif nikah gratis, serta peningkatan pelayanan kesehatan dan dukungan terhadap UMKM.

Pendekatan Bottom-Up

Dalam pidatonya, Dwi Hari Cahyono menegaskan pentingnya melibatkan tenaga ahli dan pemikir dari berbagai perguruan tinggi di Malang dalam proses pembangunan kota.

Ia menekankan konsep pembangunan yang diusung adalah model bottom-up, yang melibatkan partisipasi masyarakat dari bawah ke atas, berbeda dengan model top-down yang menurutnya sudah tidak relevan lagi.

” Kota Malang banyak perguruan tinggi tentu memiliki tenaga ahli dan pemikir yang handal, kita akan libatkan, konsep kami pola pembangunan model bottom up dari bawah bukan top down sudah tidak zamannya ” tandas Dwi Hari Cahyono.

Pendekatan ini diyakini akan menciptakan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Malang.

Sementara itu, Gus Fahri menambahkan pembangunan kota Malang tidak bisa dilakukan secara individu. Diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Fahri merasa terpanggil untuk maju sebagai Wakil Walikota Malang, dan menekankan bahwa kader PKB harus aktif bergerak dan menggerakkan masyarakat.

” Mohon ijin warga kota Malang, saya berikhtikhar menjemput takdir maju jadi wakil walikota Malang, dan Kader PKB harus bergerak dan menggerakkan ” papar Gus Fahri.

Gus Fahri menegaskan komitmennya untuk bekerja keras bersama Dwi Hari Cahyono dalam membangun kota Malang yang lebih baik.

Harapan dan Aspirasi

Deklarasi ini menggambarkan harapan dan aspirasi dari pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Malang, Dwi Hari Cahyono dan Ahmad Fahri Sulaiman.

Dengan visi dan program yang jelas, mereka berharap dapat meraih kepercayaan masyarakat dan membawa perubahan positif bagi kota Malang.

Dengan pendekatan yang inklusif dan partisipatif, mereka berjanji untuk memaksimalkan potensi kota Malang dan meningkatkan kesejahteraan warganya.

Sebagai warga kota Malang, momen deklarasi ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan harapan terhadap masa depan kota. Dengan memilih pemimpin yang tepat, kota Malang diharapkan dapat berkembang menjadi kota yang lebih maju, teratur, dan sejahtera bagi seluruh warganya.( Eno )