Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Serahkan 811 Sertipikat Tanah di Parangtritis Bantul

Screenshot_2025-05-15-11-04-42-133_com.android.chrome-edit

Bantul | Serulingmedia.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan sebanyak 811 sertipikat tanah kepada warga Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (10/05/2025). Sertipikat tersebut merupakan hasil dari program Konsolidasi Tanah yang digagas pemerintah.

Acara penyerahan berlangsung di Kantor Lurah Parangtritis dan disambut antusias oleh masyarakat. Dalam sambutannya, Menteri Nusron berpesan agar warga memanfaatkan lahan yang telah bersertipikat secara produktif dan penuh tanggung jawab.

“Tanah ini sebelumnya sulit diakses, tertutup sejak lama. Sekarang sudah resmi. Datanya jelas. Bapak, Ibu, sudah pegang sertipikatnya. Silakan dimanfaatkan, digunakan sebaik-baiknya,” ujar Menteri Nusron menggunakan bahasa Jawa.

Ia juga mengingatkan agar tanah tersebut tidak dijual dengan harga murah, melainkan dijadikan modal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Sudah punya sertipikat, sudah tenang. Tanahnya bisa untuk usaha, untuk bangun kehidupan yang lebih baik. Yang penting, jangan dijual murah. Jaga baik-baik,” tambahnya.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengungkapkan apresiasi atas rampungnya program penyertipikatan tanah tersebut. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Gugus Tugas Reforma Agraria DIY dan masyarakat Parangtritis.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gus Menteri, juga warga Parangtritis yang bekerja sama dengan Gugus Tugas Reforma Agraria DIY sehingga penyertipikatan tanah tutupan Jepang ini bisa kita selesaikan,” kata Halim.

Sebanyak 680 penerima menerima sertipikat atas tanah seluas total 703.844 meter persegi yang tersebar di tujuh dusun: Sono, Duwuran, Kretek, Grogol VII, Grogol VIII, Grogol IX, dan Grogol X. Tanah tersebut dikenal warga sebagai “tanah tutupan Jepang”, yakni lahan yang dirampas pada masa pendudukan Jepang tahun 1943–1945 untuk keperluan pertahanan.

Turut hadir mendampingi Menteri Nusron dalam kegiatan ini, antara lain Dirjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Embun Sari; Staf Khusus Bidang Komunikasi Strategis dan Kerja Sama Antarlembaga, Muda Saleh; Kepala Biro Humas, Harison Mocodompis; Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; Direktur Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Trias Wiriahadi; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi D.I. Yogyakarta, Dony Erwan Brilianto beserta jajaran. (Sar)