Menggali Aspirasi Budayawan Kota Batu Bersama Krisdayanti
Batu | Serulingmedia.com – Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti melakukan audiensi dengan para budayawan Kasepuhan Warga Batu (KWB) di Villa Lemba Permata desa Bulukerto, Bumiaji, Selasa malam (23/7/ 2024 ).
Audiensi ini dihadiri oleh berbagai kelompok budayawan yang terdiri dari Kasepuhan Wong Batu Parianom, Juru Pelihara Pundem Kota Batu “Mamayu Bawono”, MLKI (Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia), Kepribaden, Dewan Kesenian Kota Batu, Lembaga Adat Desa, dan Wanita Bersanggul Batu.

Ketua Kasepuhan Wong Batu (KWB), Jojon, membuka pertemuan ini dengan menyebutkan tujuan dari audiensi ini untuk menyampaikan ide dan gagasan para budayawan terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Batu.
Ia menyoroti dampak negatif perkembangan teknologi dan kemajuan pembangunan terhadap generasi muda dan budaya lokal.
“Mengingat perkembangan kemajuan pembangunan di kota Batu dan mulai tergesernya generasi milenial akibat dampak perkembangan teknologi gadget, maka dipandang perlu membuat regulasi untuk melindungi budaya Wong Batu. Sehingga warisan kebudayaan Wong Batu tidak terkikis dan ada langkah pembudayaan sebagai pelestarian,” ungkap Jojon.
Krisdayanti, yang hadir sedikit terlambat karena harus menghadiri rapat konsolidasi dengan Pengurus DPD PDIP Jawa Timur, menyampaikan permohonan maafnya dan menjelaskan komitmennya untuk maju sebagai calon Wali Kota Batu.
” mohon maaf yang sebesar- besar atas keterlambatan ini, karena harus menghadiri undangan dari DPD PDIP Jawa Timur, alhamdulillah menguatkan kami untuk maju sebagai calon walikota Batu, mohon doanya ” ujar Krisdayanti yang disambut tepuk tangan peserta yang memadati ruangan.
Dalam sambutannya, Krisdayanti menegaskan pentingnya langkah strategis untuk melindungi dan mengangkat kebudayaan Wong Batu.
“Tolong saya carikan lahan kosong yang akan kita jadikan gedung Balai Kesenian yang dapat dipergunakan untuk berbagai aktivitas kesenian dan kebudayaan. Mengingat gedung yang ada katanya bermasalah dan sudah SP3,” papar Krisdayanti.
Disebutkan, kota Batu yang dikenal sebagai kota Seribu Punden memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat wisata religius yang dapat melengkapi ikon Batu sebagai daerah tujuan wisata.
Namun, dengan semakin sempitnya lahan akibat perkembangan pembangunan, kolaborasi antara pemerintah dan budayawan menjadi sangat penting untuk mewujudkan Batu sebagai kota yang berbudaya.

Audiensi ini ditutup dengan penyerahan buku yang merupakan kumpulan ide dan gagasan kasepuhan Wong Batu kepada Krisdayanti. Buku tersebut diharapkan menjadi panduan dalam upaya melindungi dan memajukan kebudayaan Wong Batu di masa depan.
Langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Krisdayanti dan dukungan dari para budayawan diharapkan dapat menjaga kelestarian kebudayaan Wong Batu di tengah arus modernisasi dan teknologi.
Kolaborasi ini menjadi kunci penting dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus memajukan Kota Batu sebagai destinasi wisata yang berbudaya. ( Eno ).






