Kepala Desa Tulungrejo : Terima Kasih, Gelaran Merti Bumi Tulungrejo dan Tradisi Njenang Bareng berjalan sukses
Batu | Serulingmedia.com – Kepala Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Suliono yang akrab disapa Ki Klungsu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas suksesnya penyelenggaraan acara Selamatan Desa Tulungrejo yang digelar di Lapangan Dusun Junggo, Sabtu (26/7/2025) lalu.
Ucapan itu bukan sekadar basa-basi, melainkan pancaran dari pemimpin desa yang memahami pentingnya membangun harmoni antara pemerintah, masyarakat, dan kekuatan spiritual dalam menjaga keseimbangan desa
Dalam pernyataannya, Ki Klungsu menyampaikan penghargaan kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, lembaga adat,staf desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Pemkot Batu, serta seluruh stakeholder yang telah terlibat aktif dalam menyukseskan acara budaya dua tahunan tersebut.
“Terima kasih dan mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyelenggaraan selamatan desa yang ditandai dengan pembuatan Njenang Merah serentak diikuti lima dusun,” ungkap Ki Klungsu, Senin (28/7/2025 ).
Acara Selamatan Desa Tulungrejo merupakan bagian dari tradisi Merti Bumi yang dilaksanakan dua tahun sekali, bergantian dengan perhelatan karnaval desa.
kegiatan ini mengandung pesan mendalam: menjaga bumi bukan hanya tugas ekologis, melainkan spiritual.
Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Merti Bumi Tulungrejo, Tulus Wigati Trustha ing Widhi”, yang berarti ketulusan niat, kesungguhan sikap, dan kepercayaan penuh kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Tradisi Njenang Bareng menjadi simbol kuat dalam kegiatan ini. Pembuatan jenang merah secara serentak diikuti lima dusun menggambarkan semangat gotong royong, rasa syukur atas keberkahan bumi, serta upaya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta . Hal ini menunjukkan keseimbangan antara pesta rakyat dan kontemplasi budaya.
“Selamatan desa bukan sekadar seremonial tahunan. Ini adalah bentuk penghormatan kepada bumi dan Tuhan atas rezeki serta kehidupan yang terus mengalir di Tulungrejo,” tambah Ki Klungsu.
Ki Klungsu, dalam kapasitasnya sebagai kepala desa, bukan hanya berperan administratif. Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara nilai adat dan pembangunan modern.
Melalui peran aktifnya dalam pelestarian budaya seperti Merti Bumi, ia membuktikan bahwa pemimpin desa bukan sekadar birokrat lokal, tapi juga penjaga identitas dan marwah desa.
Kegiatan budaya ini juga dimeriahkan dengan pentas seni rakyat yang menampilkan potensi lokal dan menjadi ruang ekspresi kebudayaan bagi generasi muda.
Masyarakat menyambut hangat acara ini sebagai momen pemersatu dan pelestari warisan leluhur.
Dengan kepemimpinan Ki Klungsu, Desa Tulungrejo terus menunjukkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus memperkuat jati diri budaya di tengah arus modernisasi.
Semangat gotong royong, rasa syukur, dan persatuan yang tumbuh dalam Selamatan Desa Tulungrejo adalah cerminan dari jiwa kepemimpinan Ki Klungsu yang bersahaja, namun kuat dalam visi kebudayaan.
Di tengah arus globalisasi yang kian deras, Desa Tulungrejo melalui kepemimpinan Ki Klungsu telah membuktikan bahwa akar budaya adalah kekuatan yang tak lekang oleh zaman.( Eno).






