Kendedes Menyapa dari Lumbung Padi – Kilau Kebanggaan Desa Pendem di Batu Art Flower Carnival 2025
Batu | Serulingmedia.com – Di tengah gemerlap arak-arakan bunga dalam Batu Art Flower Carnival 2025, Minggu (26/10/2025), Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, tampil tak sekadar meriah—mereka hadir dengan pesan sejarah, spiritualitas, dan kebanggaan yang mendalam.
Desa yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi andalan Kota Batu, kini menjelma menjadi panggung kebudayaan yang memadukan kesuburan bumi, keagungan sejarah, dan kearifan lokal.

Di atas mobil hias yang diselimuti mekarnya warna-warni bunga, sosok Ken Dedes berdiri anggun bak menembus lorong waktu.
Dengan perwujudan sebagai Dewi Prajnaparamita—dewi kebijaksanaan dalam Buddhisme Mahayana—patung ini bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol keteduhan nurani dan kejayaan peradaban.
“Patung Ken Dedes sebagai Dewi Prajnaparamita adalah lambang kesempurnaan kebijaksanaan, kecerdasan tanpa batas, dan keindahan. Ini adalah perwujudan ideal seorang dewi kebijaksanaan transendental yang melambangkan kemuliaan dan keagungan. Kami bangga menjadikannya ikon desa Pendem,” ungkap Tri Wahyuono Effendi, Kepala Desa Pendem yang akrab disapa Fendi.
Kehadiran Ken Dedes seakan mengingatkan masyarakat akan peran perempuan dalam peradaban: pemberi inspirasi, penjaga nilai, sekaligus cahaya peradaban yang tak pernah padam.
Tradisi, Kebersamaan, dan Kenangan dalam Deretan VW Safari

Tak berhenti pada narasi sejarah, Desa Pendem semakin mencuri perhatian dengan iring-iringan mobil VW Safari yang dahulu pernah menjadi kendaraan dinas para camat.
Deretan VW ini bukan hanya tampilan klasik yang menarik mata, namun juga simbol perjalanan waktu, transformasi desa, dan kenangan masa lalu yang tak dilupakan.
Di salah satu VW Safari, tampak Kepala Desa Fendi bersama sang istri melambaikan tangan kepada warga sepanjang jalan.
Tidak jauh di belakang, jajaran BPD dan pamong desa turut menyatu dalam harmoni karnaval, menunjukkan kebersamaan pemerintah desa dengan masyarakatnya.
Pendem: Dari Lumbung Padi Menuju Desa Berkarakter Budaya
Partisipasi Desa Pendem dalam Batu Art Flower Carnival 2025 menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa desa bukan hanya wilayah agraris, tetapi juga ruang ekspresi budaya.
Keikutsertaan ini menegaskan bahwa kecerdasan dan kearifan lokal bisa berjalan beriringan dengan kreativitas dan kebanggaan identitas.
Dalam setiap helai bunga yang menghiasi mobil hias, dalam setiap langkah VW Safari yang berderu pelan, tersimpan pesan: bahwa Pendem tidak sekadar menghasilkan padi, tetapi juga menanam harapan, kebijaksanaan, dan kebanggaan yang menumbuhkan peradaban.
Dengan semangat ini, Desa Pendem menjadi lebih dari sekadar peserta karnaval. Ia hadir sebagai narator sejarah, pembawa pesan kearifan, serta penabur inspirasi bagi desa-desa lain di Kota Batu.(Eno).






