Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Siap Penuhi Tuntutan Mahasiswa Aliansi Maliki Murka

aksi unjuk rasa

Malang I Serulingmedia.com – Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ahmad Hidayatullah, merespons tuntutan yang diajukan oleh para mahasiswa dalam aksi demonstrasi di gedung rektorat kampus pada Selasa (24/9/2024). Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Maliki Murka menuntut berbagai perubahan terkait kebijakan kampus.

Ahmad Hidayatullah menyampaikan bahwa pihak kampus berkomitmen untuk memenuhi tuntutan mahasiswa. “UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memahami bahwa ekspresi-ekspresi intelektual itu adalah sesuatu yang sudah semestinya ada di kita semua. Alhamdulillah, kita meresponsnya dengan positif karena memang sebenarnya semua yang disebutkan dalam tuntutan mahasiswa itu menjadi perjuangan kita bersama,” ujar Ahmad.

Pihak kampus berjanji untuk menyelesaikan seluruh tuntutan yang diajukan mahasiswa. Ahmad mengungkapkan bahwa lima poin pertama dari sepuluh tuntutan mahasiswa telah mencapai progres 50-60 persen, sementara lima tuntutan lainnya ditargetkan selesai pada bulan Desember. “Kami optimis bisa menyanggupi semua tuntutan,” tambahnya.

Koordinator Elemen Fakultas dan Prodi UIN dalam aksi mahasiswa, Muhammad Rowi Bagus Wicaksono, menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menuntut sepuluh poin penting, termasuk kejelasan pendirian Program Studi Baru, sertifikasi layanan akademik, standarisasi harga mitra kerja, serta kejelasan hukum terkait Keputusan Rektor Nomor 1012 Tahun 2024.

Untuk lima tuntutan awal, mahasiswa memberikan tenggat waktu maksimal tiga hari kepada pihak kampus untuk menunjukkan komitmen mereka. Sementara itu, tuntutan lainnya, seperti fasilitas ma’had yang layak, kejelasan sertifikasi gedung Kampus 3, dan kebijakan terkait beasiswa mahasiswa, diberikan batas waktu hingga dua minggu.

Ahmad menegaskan bahwa pihak kampus berkomitmen untuk menyelesaikan semua tuntutan mahasiswa sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. “Tuntutan 1-5 sudah progres 50 sampai 60 persen. Sedangkan tuntutan 6-10 kami targetkan sampai Desember,” tutupnya.

Aksi ini diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan bagi peningkatan kualitas layanan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta mempererat hubungan antara pihak kampus dan mahasiswa. ( Eno ).