Puan menegaskan, perjuangan atlet penyandang disabilitas tidak boleh hanya dihargai ketika mereka memenangkan pertandingan. Pemerintah perlu memastikan keberhasilan di arena olahraga membawa dampak nyata bagi kesejahteraan atlet, termasuk setelah mereka tidak lagi aktif berkompetisi.
“Para atlet penyandang disabilitas ini menunjukkan extraordinary ability, kemampuan luar biasa yang mereka bangun melalui keahlian, disiplin, dan ketekunan. Prestasi mereka menginspirasi kita bahwa tidak ada pencapaian yang tidak dapat diraih hanya karena adanya keterbatasan fisik,” kata Puan di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Parlementaria, Selasa (27/10/2026).
Menurut Puan, capaian 15 medali emas tersebut merupakan bukti kemampuan atlet difabel Indonesia bersaing di tingkat Asia. Prestasi itu sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita tanpa terhalang keterbatasan fisik.
Namun, ia mengingatkan bahwa apresiasi tidak cukup berhenti pada seremoni atau penghargaan atas medali. Pemerintah perlu memastikan para atlet memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan, mengembangkan karier, mendapatkan pelayanan kesehatan, dan mempersiapkan kehidupan setelah pensiun dari olahraga.
“Para atlet telah memberikan kemampuan terbaiknya untuk Indonesia. Pemerintah perlu memastikan penghargaan terlaksana dengan baik dan dukungan tetap hadir ketika mereka melanjutkan pendidikan, mengembangkan karier, atau menyiapkan masa depan setelah bertanding,” paparnya.
Puan menilai, dukungan berkelanjutan penting untuk memberikan kepastian masa depan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi atlet dan keluarganya. Dengan demikian, pengorbanan mereka selama menjalani latihan dan kompetisi tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup setelah karier olahraga berakhir.
Puan, yang pernah menjabat Ketua Pengarah Panitia Nasional Asian Para Games 2018, juga mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, seluruh personel pendukung kontingen, keluarga, dan masyarakat yang turut mengantarkan Indonesia meraih prestasi tersebut.
“Ketika pengabdian atlet dihargai secara konsisten, anak-anak Indonesia memiliki alasan yang lebih kuat untuk menekuni kemampuan dirinya dan memandang masa depannya dengan percaya diri,” jelasnya.
Puan berharap prestasi Asian Para Games 2026 menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat komitmen terhadap kesetaraan kesempatan dan penghargaan bagi atlet difabel. Keberhasilan pembinaan olahraga, menurutnya, bukan hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan para atlet menjalani kehidupan yang mandiri, produktif, dan bermartabat.( Myl/Eno)