1.200 Pesilat Padati Batu Championship III, KONI Dorong Lahirnya Generasi Emas Pencak Silat

2227203_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Sebanyak 1.200 atlet pencak silat dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Gelanggang Olahraga (GOR) Gajahmada, Kota Batu, untuk mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Batu Championship III yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.

Ajang ini menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan karakter pesilat sejak usia dini hingga dewasa.

Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, secara resmi membuka kejuaraan tersebut pada Sabtu (24/10/2026).

Ia menegaskan, pencak silat bukan sekadar olahraga untuk mengejar gelar juara, melainkan juga warisan budaya bangsa yang berperan penting dalam membentuk mental, kedisiplinan, dan karakter generasi muda.

“Ini adalah atlet-atlet generasi emas kita. Sejak usia dini, anak-anak harus mulai dikenalkan dengan kegiatan olahraga, apalagi pencak silat yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan,” ujar Sentot dalam sambutannya.

Menurutnya, pembinaan melalui pencak silat dapat menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Karena itu, kompetisi seperti Batu Championship perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar atlet memiliki kesempatan mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.

“Saya berharap anak-anak tidak hanya sekadar mencari juara, tetapi juga membangun mental dan karakter. Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan kuat untuk menghadapi masa depan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sentot juga mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Batu Championship III. Menurutnya, kejuaraan dengan jumlah peserta mencapai ribuan orang membutuhkan koordinasi dan kesiapan penyelenggara, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana.

Ia mengakui, penyelenggaraan kegiatan berskala besar masih menghadapi sejumlah keterbatasan fasilitas.

Namun, kondisi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kejuaraan pada tahun-tahun berikutnya.

“Kalau Batu didatangi tamu sampai ribuan orang, sebagai tuan rumah kita harus bisa memberikan pelayanan yang baik. Mari saling mengoreksi dan mengevaluasi agar penyelenggaraan ke depan semakin baik,” katanya.

Sentot juga menilai kegiatan olahraga memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan pariwisata Kota Batu.

Kehadiran atlet, pendamping, dan keluarga dari berbagai daerah diharapkan turut memperkenalkan potensi Kota Batu sebagai destinasi wisata sekaligus kota yang mendukung pembinaan olahraga.

Diikuti 1.200 atlet berbagai kelompok usia

Ketua Panitia Batu Championship III, Mayor Mariyono, dalam laporannya menyampaikan bahwa kejuaraan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026, dengan jumlah peserta sekitar 1.200 atlet.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan terbagi dalam sejumlah kelompok usia, mulai prausia dini, usia dini, praremaja, remaja, hingga mahasiswa, dewasa, dan umum.

Pertandingan meliputi kategori tanding pencak silat serta nomor seni atau jurus, termasuk kategori tunggal.

Mariyono berharap kejuaraan tersebut mampu menjadi ruang pembinaan yang mendorong peningkatan prestasi pesilat, tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga hingga tingkat internasional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan dan memupuk prestasi olahraga pencak silat agar atlet-atlet kita mampu berprestasi sampai tingkat dunia,” ujarnya.

Ia juga meminta maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyediaan fasilitas maupun pelayanan selama kejuaraan berlangsung.

Panitia berharap seluruh pertandingan berjalan lancar, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.

IPSI Kota Batu apresiasi antusiasme peserta

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Batu, Suyono, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta dalam Batu Championship III. Ia mengaku bangga melihat banyaknya pesilat yang hadir untuk berkompetisi di Kota Batu.

“Saya tidak menyangka pagi ini pesilat yang hadir bisa mencapai hampir 1.200 orang lebih. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan menunjukkan bahwa kejuaraan ini dinantikan para pesilat,” ungkap Suyono.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan pencak silat di Kota Batu.

Kompetisi juga memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengukur kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.

Suyono menyebut IPSI Kota Batu masih memiliki sejumlah agenda pembinaan dan kompetisi, termasuk kejuaraan serta perlombaan seni tradisi pencak silat. Upaya tersebut diharapkan memperkuat posisi pencak silat sebagai cabang olahraga sekaligus bagian dari pelestarian kebudayaan.

Ia berpesan agar seluruh peserta bertanding dengan sportif, menjaga keselamatan, serta menjunjung tinggi persaudaraan antarpesilat.

“Kami berharap semua peserta bisa bertanding dengan baik, sportif, aman, dan tetap menjaga keharmonisan serta kekeluargaan. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang prestasi sekaligus mempererat persaudaraan,” tuturnya.

Pembukaan Batu Championship III menandai dimulainya persaingan para pesilat dari berbagai kelompok usia.

Melalui kejuaraan ini, pembinaan atlet diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, berkarakter, dan mampu menjaga kelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.( Eno).