Ilfi Nur Diana: Dosen UIN Malang Harus Unggul, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era AI
Malang | Serulingmedia.com – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., mengingatkan para dosen pemula agar tidak berhenti pada capaian sebagai tenaga pengajar yang profesional.
Di tengah perubahan dunia pendidikan yang bergerak cepat, mereka dituntut menjadi akademisi unggul, berkarakter, serta mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Prof. Ilfi saat Yudisium Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2026 di Aston Inn Hotel Batu, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, yudisium bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan pintu masuk menuju tanggung jawab yang lebih besar sebagai akademisi.
“Akademisi unggul adalah mereka yang mampu mengenali potensi diri, mengembangkan kelebihan, dan terus memperbaiki kekurangan sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Prof. Ilfi menegaskan, kualitas seorang dosen tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan. Akademisi, kata dia, harus berdiri di atas tiga fondasi utama, yakni spiritualitas dan religiositas yang kuat, intelektualitas yang terus berkembang, serta akhlak yang mencerminkan nilai-nilai agama.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang mengubah wajah pendidikan tinggi. Karena itu, dosen dituntut memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI).
“Perubahan tidak bisa dihindari. Dosen harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar tetap relevan dan mampu membimbing mahasiswa menghadapi masa depan,” katanya.
Selain kompetensi akademik, Prof. Ilfi mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sikap sebagai pendidik. Dosen, menurutnya, harus menghargai, memuliakan, menyayangi, dan memahami orang lain tanpa merendahkan maupun mendominasi.
Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari akhlak Qurani yang harus hadir dalam kehidupan kampus.
Ia juga mengajak para dosen membangun budaya akademik yang inklusif dengan memperkuat wawasan kebangsaan, kemanusiaan, dan keagamaan.
Perbedaan pandangan dinilai sebagai keniscayaan yang harus disikapi dengan saling menghormati demi menjaga persatuan.
Menutup arahannya, Prof. Ilfi menitipkan tujuh prinsip yang harus dipegang setiap akademisi, yaitu menjadi dosen berkualitas, menjunjung profesionalitas, memiliki wawasan kebangsaan dan kemanusiaan, berpikir visioner, memberikan manfaat bagi masyarakat, menjadi teladan, serta menjaga spiritualitas dan religiositas dalam setiap pengabdian.
Bagi Prof. Ilfi, tugas dosen tidak berhenti pada aktivitas mengajar di ruang kelas. Dosen juga memikul tanggung jawab membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan masyarakat.
Melalui Yudisium PKDP 2026, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya membangun sumber daya dosen yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
Komitmen itu menjadi bagian dari upaya kampus mencetak generasi unggul yang mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.( Eno).






