Kapolres Batu Perintahkan Siaga Total, Titik Api Gunung Buthak Masih Mengancam

2023780_11zon

Batu | Serulingmedia.com — Kapolres Batu Polda Jatim AKBP Dr. Aris Purwanto memerintahkan personel gabungan siaga penuh menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengancam kawasan Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang.

 

Perintah itu disampaikan AKBP Aris saat memimpin apel kesiapan penanganan karhutla di Pos Penanggulangan Bencana, Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2026) pagi.

Sekitar 50 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Perhutani, pemerintah desa, DLH, dan relawan mengikuti apel tersebut.

 

Kesiapsiagaan diperkuat karena hingga Minggu malam masih ditemukan titik api di kawasan sabana antara Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang.

AKBP Aris mengatakan jajaran Polres Batu bersama instansi terkait telah berstatus siaga darurat sejak 30 Agustus 2026. Ia meminta personel tidak lengah menghadapi kemungkinan meluasnya kebakaran.

“Dalam pelaksanaan tugas, personel harus mengetahui jalur, cuaca, serta medan di lokasi. Kita harus mendapatkan informasi yang valid mengenai lokasi titik api agar mampu mengambil langkah-langkah tepat untuk mencegah meluasnya kebakaran,” kata Aris.

Menurut dia, keselamatan personel harus menjadi prioritas. Setiap langkah penanganan harus memperhitungkan kondisi medan, cuaca, serta arah pergerakan api.

Aris juga meminta BPBD, Perhutani dan seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi. Penjagaan di posko diperketat untuk mencegah masyarakat memasuki kawasan hutan selama proses penanganan berlangsung.

“Tetap kita tidak boleh lengah, kita jaga kekompakan, kesehatan, dan keselamatan. Upaya yang kita lakukan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Water Bombing Dikerahkan

Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan angin kencang menjadi salah satu kendala utama dalam pemadaman.

Bara yang sempat padam dapat kembali menyala dan memicu titik api baru.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, operasi pemadaman melalui udara atau water bombing mulai dikerahkan sejak pukul 07.30 WIB.

“Hari ini ada pengerahan water bombing untuk upaya memadamkan api dari udara,” kata Kelik.

Ia meminta relawan dan petugas di lapangan memperhatikan medan, cuaca, serta jalur evakuasi karena perubahan arah angin dapat memengaruhi pergerakan api.

Ps. Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman mengatakan pengawasan juga diperluas ke wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak pergerakan api akibat arah angin.

Masyarakat sekitar hutan diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan hutan selama proses penanganan karhutla.

 

Petugas memastikan pengamanan dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas dan menghindari jatuhnya korban. ( Eno).