Hafidzah Muda UIN Malang Husna, Raih Juara MTQ Riau, Persembahkan Prestasi untuk Orang Tua
Malang | Serulingmedia.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Husn Najwa Al Maula, mahasiswi Program Studi Psikologi semester 5, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 Provinsi Riau Tahun 2025 kategori Hafalan Al-Qur’an 30 Juz.
Kompetisi yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawah Qur’an (LPTQ) Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis itu menjadi ajang pembuktian ketekunan Husna. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, ia menunjukkan konsistensi luar biasa dalam menjaga hafalan Qur’an di tengah kesibukan kuliah.
“Alhamdulillah, senang sekali bisa meraih prestasi ini. Ini kali pertama saya ikut kategori hafalan 30 Juz. Saya persembahkan untuk kedua orang tua dan juga UIN Malang,” tutur Husna penuh syukur, Rabu ( 17/9/2025).

Husna bukanlah sosok yang asing dengan dunia MTQ. Sebelumnya, ia berhasil meraih Juara 1 MTQ Kabupaten Siak tahun 2024.
Prestasi demi prestasi ini ia raih berkat lingkungan keluarga yang sarat nilai Qur’ani. Ayah dan ibunya, Untung Slamet Mulyono dan Liummil Laila, adalah penghafal Al-Qur’an sekaligus pendiri Rumah Tahfidz Al-Hussainiyyah di Kabupaten Siak, Riau.
Sejak kecil, Husna telah terbiasa ditempa dalam atmosfer cinta Qur’an. Pendidikan di Pondok Pesantren Walisongo, Jombang, semakin menguatkan perjalanannya sebagai hafidzah. Moto hidupnya, “Man jadda wajada”—barang siapa bersungguh-sungguh, pasti berhasil—terbukti menjadi energi pendorong langkahnya hingga kini.
Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Husna tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga teladan bagi mahasiswa lain. Ia berhasil membuktikan bahwa keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas mampu melahirkan prestasi yang luar biasa.
Perjalanan Husna Najwa Al Maula adalah kisah inspiratif tentang ketekunan, doa orang tua, serta kekuatan iman. Dari bangku kuliah hingga panggung MTQ, Husna mengajarkan bahwa ilmu dan Al-Qur’an bisa berjalan seiring, melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi. ( Eno).






