Umi Lailatus Sa’adah: Harmoni Ilmu, Prestasi, dan Al-Qur’an

IMG_20250925_142838

Malang | Serulingmedia.com –Di balik senyum teduhnya, tersimpan kisah perjuangan panjang yang membuahkan prestasi gemilang.

Umi Lailatus Sa’adah, mahasiswi Program Magister Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, baru saja menorehkan sejarah pribadi dalam Yudisium Periode IV, Rabu (24/9/2025).

Tidak tanggung-tanggung, tiga penghargaan sekaligus ia bawa pulang: Lulusan Terbaik Akademik (Cumlaude), Lulusan Terbaik Non-Akademik, dan Penghafal 30 Juz Al-Qur’an.

Bagi Umi, capaian ini bukan sekadar deretan piagam. Ia adalah bukti nyata dari ketekunan, doa, dan perpaduan antara intelektualitas dan spiritualitas.

“Segala pencapaian ini saya niatkan sebagai ibadah, semoga bisa bermanfaat untuk orang lain,” ungkapnya dengan rendah hati.

Jejak Pendidikan yang Konsisten

Perjalanan akademiknya dimulai dari SDN 5 Bulurejo, lalu berlanjut ke MTs dan MA Darul Ulum. Selepas itu, Umi mantap melangkah ke bangku kuliah. Ia menuntaskan studi sarjana di Tadris Matematika UIN Malang dan Ma’had Al-Jami’ah Al-Aly pada 2020–2024.

Tidak berhenti di situ, ia langsung melanjutkan ke Magister Pendidikan Matematika, yang kini diselesaikannya dengan predikat cumlaude.

Selain jalur formal,Umi memperdalam pendidikan agama melalui Madrasah Diniyah Manbaul Ulum hingga tingkat Ulya.

Kesungguhannya membawanya menjadi hafidzah 30 juz, sebuah pencapaian yang melengkapi identitasnya sebagai akademisi muslimah.

Mengajar, Meneliti, Menginspirasi

Kesibukan Umi tak berhenti pada kuliah. Ia aktif mengajar di Madrasah Diniyah Manbaul Ulum sebagai guru sorof sekaligus wali kelas, juga menjadi pendidik di MA Darul Ulum. Baginya, mengajar bukan hanya tugas, melainkan amanah untuk mencetak generasi yang berakhlak dan berilmu.

Di bidang akademik, Umi produktif menulis. Salah satu karyanya bahkan menembus jurnal Sinta 3 dengan artikel berjudul “Pengembangan LKPD Terintegrasi Keislaman untuk Melatih Kemampuan Literasi Matematika pada Materi Aritmetika Sosial Kelas VII SMP.”

Selain itu, ia mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk beberapa inovasi, seperti modul ajar fungsi komposisi dan fungsi invers, serta penelitian rekognisi.

Menyatukan Ilmu dan Spiritualitas

Umi bukan sekadar mahasiswa berprestasi, tetapi juga sosok yang menjaga harmoni antara ilmu dan iman. Ia aktif di Ma’had Aly UIN Malang, bergabung dalam tim tahqiq kitab Qomi’ Tughyan serta pembukuan syarah Fathul Qorib Muamalah.

Keaktifannya di dunia akademik, dakwah, dan penelitian menjadikan Umi sebagai figur inspiratif. Ia membuktikan bahwa generasi muda mampu melangkah jauh tanpa meninggalkan pijakan spiritual.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Bagi Umi, kesuksesan sejati tidak diukur dari banyaknya penghargaan, melainkan dari manfaat yang bisa ditaburkan.

“Semoga apa yang saya capai ini bisa memotivasi teman-teman mahasiswa agar terus berjuang, menggapai mimpi, sekaligus menjaga nilai-nilai Al-Qur’an,” pesannya.

Dengan tiga gelar prestisius sekaligus, Umi Lailatus Sa’adah kini menjadi simbol teladan: seorang akademisi yang unggul, pendidik yang berdedikasi, dan hafidzah yang istiqamah.

Dari Malang, ia memberi pesan sederhana namun mendalam: bahwa ilmu, amal, dan iman akan selalu menemukan jalannya ketika digenggam dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.( Eno).