GPM Ditutup di Mojorejo, Pemkot Batu Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil Jelang Idul Fitri

1111067_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Pemerintah Kota Batu menutup rangkaian kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar selama tiga hari berturut-turut untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 2026.

 

Hari terakhir pelaksanaan berlangsung di Jalan Majomulyo RT 03 RW 01, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kamis (5/3/2026).

 

Program yang diinisiasi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.

Gerakan Pangan Murah digelar secara bergilir di tiga wilayah di Kota Batu. Kegiatan diawali pada 3 Maret 2026 di Balai Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, dilanjutkan pada 4 Maret 2026 di Balai Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, dan ditutup pada 5 Maret 2026 di Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Junrejo.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas bahan pokok dengan harga di bawah harga pasar.

 

Pemerintah Kota Batu yang bekerja sama dengan Perum Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 6 ton dengan harga Rp55.000 per 5 kilogram.

Selain itu, tersedia pula minyak goreng seharga Rp14.500 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp29.000 per kilogram yang dapat ditebus menjadi Rp24.000 per kilogram setelah menggunakan voucher subsidi.

Sebagai bentuk intervensi pasar untuk menjaga daya beli masyarakat, panitia juga membagikan 500 voucher potongan harga senilai Rp5.000 yang dapat digunakan untuk pembelian sejumlah komoditas pangan.

Tidak hanya bahan pokok, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai produk UMKM, sayuran segar, serta rempah-rempah lokal yang dipasarkan melalui 23 booth yang disediakan bagi pelaku usaha dan distributor pangan.

 

Khusus pada pelaksanaan di Desa Mojorejo, warga turut memasarkan produk sayur organik hasil budidaya masyarakat setempat sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi ruang promosi bagi hasil pertanian lokal.

Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi di setiap lokasi penyelenggaraan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama menjelang Hari Raya.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri. Kami ingin memastikan harga tetap stabil dan kebutuhan pangan warga terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menambahkan bahwa GPM menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.

“GPM ini kami dorong sebagai tameng inflasi. Pemerintah hadir langsung agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga, terutama menjelang momentum tertentu yang biasanya memicu kenaikan kebutuhan pangan,” ungkapnya.

Selain pelayanan pangan murah, kegiatan ini juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batu sebagai upaya menjaga kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Melalui Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.( Eno).