Herzaky Tegaskan Tak Ada Program Transmigrasi Baru ke Kalbar, Fokus pada Revitalisasi Kawasan Eksisting
Pontianak | Serulingmedia.com – Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana resmi terkait program transmigrasi baru ke Kalimantan Barat (Kalbar), khususnya dari Pulau Jawa.
Pernyataan ini disampaikan Herzaky di hadapan awak media saat berada di Pontianak, Kamis (24/7/2025), guna merespons isu yang beredar mengenai rencana pemindahan penduduk ke Kalbar.
“Saya belum mendengar adanya rencana transmigrasi atau pemindahan penduduk dari luar Kalbar ke Kalbar. Arahan Presiden Prabowo adalah revitalisasi kawasan transmigrasi yang sudah ada agar tetap layak huni, produktif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Herzaky mempertanyakan asal mula isu tersebut dan meminta semua pihak untuk tidak gegabah dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia menilai penyebaran isu tanpa dasar berisiko menyesatkan masyarakat dan memicu ketegangan yang tidak perlu.
“Dari mana isunya? Siapa yang membawa isu itu, tolong dijelaskan. Kasihan masyarakat yang jadi korban. Jangan menyebarkan berita tidak benar, hoaks, demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian, pelaksanaan program transmigrasi harus melalui permintaan resmi dari pemerintah daerah.
Namun hingga kini, belum ada usulan dari pemerintah daerah Kalbar terkait penempatan transmigran baru, baik dalam bentuk Program Trans Karya Nusa maupun transmigrasi lokal.
Herzaky juga menjelaskan saat ini fokus kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) – yang berada di bawah koordinasi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan – adalah pada peningkatan kualitas kawasan transmigrasi eksisting.
“Fokus kami bukan pada penambahan jumlah penduduk, melainkan peningkatan kualitas hidup warga di kawasan transmigrasi. Ini sejalan dengan aspirasi masyarakat Kalbar yang menginginkan pembangunan yang memberdayakan masyarakat lokal,” tambahnya.
Ia memaparkan tiga prioritas revitalisasi kawasan transmigrasi di Kalbar:
1. Rehabilitasi sarana dan prasarana, termasuk perbaikan jalan lingkungan, air bersih, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
2. Peningkatan kapasitas SDM, melalui pelatihan keterampilan, kewirausahaan, dan pendampingan usaha.
3. Pengembangan ekonomi lokal, di sektor pertanian, perikanan, industri kecil, serta penguatan koperasi dan UMKM.
Menutup pernyataannya, Herzaky meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan lebih bijak dalam menyikapi isu.
“Malah ada demo dan saling saut-menyaut untuk isu yang tidak berdasar seperti ini. Kasihan masyarakat. Saya harap jangan mau dimainkan, jangan mau disulut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintahan Presiden Prabowo sangat besar perhatiannya kepada Kalbar,” pungkasnya.( Pol/Eno).






