Wakapolda Kaltim Pimpin Pembinaan Personel Polri untuk Tangkal Radikalisme dan Intoleransi

Screenshot_2025-07-09-15-59-58-092_com.whatsapp-edit

Balikpapan | Serulingmedia.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menggelar kegiatan pembinaan personel Polri dalam upaya pencegahan dan penanggulangan paham radikalisme serta intoleransi di lingkungan internal kepolisian.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Mahakam Mapolda Kaltim pada Rabu (9/7/2025) dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol. Dr. H. Muhammad Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Timur, H. Ahmad Ubai, sejumlah pejabat utama Polda Kaltim, serta narasumber kompeten di bidang ideologi, keamanan, dan keagamaan.

Dalam sambutannya, Wakapolda Kaltim menekankan urgensi kegiatan pembinaan ini sebagai langkah preventif untuk menangkal penyebaran paham radikal yang berpotensi menyusup ke lingkungan kepolisian. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah personel Polri yang mempelajari agama secara otodidak dan kurang komprehensif, sehingga rentan terhadap pengaruh ajaran yang menyimpang.

“Kita harus mewaspadai munculnya kelompok eksklusif yang mengatasnamakan Islam, namun justru mencederai nilai-nilai Islam itu sendiri. Bahkan ada tempat ibadah yang hanya terbuka bagi kelompok tertentu, dan ketika didatangi orang luar, tempat itu disucikan ulang. Ini sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.

Ia juga mengajak para peserta untuk mensyukuri keberagaman yang ada di Indonesia. Menurutnya, di tengah situasi konflik sektarian yang masih melanda berbagai negara di Timur Tengah, Indonesia mampu menjadi contoh keberhasilan dalam menjaga harmoni antarumat beragama berkat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Indonesia patut bersyukur karena menjadi negara Muslim terbesar di dunia yang tetap mampu menjaga kedamaian dan keberagaman. Dunia internasional sangat menghargai hal ini,” ujarnya.

Wakapolda berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan para personel Polri mengenai bahaya laten radikalisme serta memperkuat komitmen untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan penuh kasih.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif antara peserta dan para narasumber, yang membahas strategi konkret untuk menangkal paham radikal, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari. (Aan/Eno)