Tumpukan Sampah di Pasar Induk Among Tani Masih Mangkrak, DPRD Batu Beri Peringatan
Batu | Serulingmedia.com – Penanganan sampah yang menumpuk di Pasar Induk Among Tani hingga kini belum tertangani dengan baik. Bahkan, tumpukan sampah tersebut terkesan dibiarkan mangkrak dan hanya ditutup terpal tanpa ada upaya signifikan untuk mengatasinya.
Warga Jalan Dewi Sartika kelurahan Temas kecamatan kota Batu, yang posisinya di belakang dan dibawah tempat sampah pasar induk among tani, rela menerima bau tidak sedap dan rembesan lindi sampah tersebut.
Padahal, dalam hasil hearing dengan Komisi B DPRD Kota Batu pada Senin (17/2/2025) lalu yang menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kumperindag, Kelurahan Temas, Kecamatan Kota Batu, dan KSM Pasar Pagi, telah disepakati bahwa persoalan penanganan sampah akan diserahkan kepada DLH.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dian Fachroni Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa tumpukan sampah di Pasar Induk Among Tani akan segera dinolkan. Selama ini, DLH telah membantu pengelolaan sampah di Pasar Induk, Pasar Grosir, Sayur, dan Unggas, namun tidak termasuk Pasar Pagi, karena dikelolah KSM.
“Terus terang, DLH menunggu tindak lanjut dari koordinasi internal antara Diskumperindag, UPT Pasar Induk Among Tani, dan KSM. Keputusan atas tindak lanjut internal tersebut akan menjadi dasar bagi penanganan sampah secara terintegrasi ke depan,” ungkap Dian, Senin ( 24/2/2025 ).
Dian juga menyebutkan bahwa jika diperlukan peralatan pendukung seperti kontainer atau alat lainnya, DLH siap membantu, asalkan ada koordinasi yang jelas sebelumnya. Ia berharap tata kelola sampah di Pasar Induk Among Tani sebagai proyek strategis nasional dapat lebih sistematis, prosedural, serta memenuhi ketentuan pengelolaan sampah yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Kumperindag Kota Batu, Aris Setiawan, menegaskan bahwa berdasarkan Perda No. 2 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Perwali No. 66 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah, yang berwenang menangani sampah pasar adalah DLH.
“Saat saya bertugas di DLH, urusan sampah pasar memang ditangani oleh DLH, bukan Diskumperindag,” tegas Aris.

Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, menegaskan bahwa penanganan sampah ini bukan hanya kepentingan sektoral, melainkan demi kepentingan lebih luas, yakni menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar serta mendukung kebijakan Pemerintah Kota Batu secara keseluruhan.
Asmadi menekankan jika dalam waktu yang telah disepakati permasalahan ini masih belum terselesaikan, DPRD akan memanggil pihak terkait untuk meminta klarifikasi dan mencari solusi bersama. Jika langkah ini belum membuahkan hasil, pihaknya akan mempertimbangkan langkah-langkah lebih tegas guna memastikan permasalahan sampah di Pasar Induk Among Tani tidak berlarut-larut.
“Jika dalam waktu yang telah disepakati penanganan sampah ini masih belum terlaksana, kami akan memanggil pihak terkait kembali. Namun, jika masih tidak ada solusi, tentu kami akan mempertimbangkan langkah khusus selanjutnya,” tegas Asmadi.
Dijelaskan, kondisi pasar yang bersih tidak hanya berdampak pada kenyamanan pedagang dan pengunjung, tetapi juga mencerminkan tata kelola perkotaan yang baik.
Sampah yang menumpuk dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, serta menurunnya daya tarik pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, penanganan sampah tidak boleh dianggap sepele, melainkan harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah, pengelola pasar, dan masyarakat.
Solusi jangka panjang perlu segera disusun, baik dalam bentuk pengelolaan sampah yang lebih efektif, optimalisasi sistem pengangkutan, maupun edukasi kepada para pedagang dan pengunjung pasar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Jika langkah-langkah ini diterapkan secara konsisten, diharapkan permasalahan sampah di Pasar Induk Among Tani dapat diselesaikan secara berkelanjutan, menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat dan nyaman bagi semua.
Dengan belum adanya tindakan konkret, permasalahan sampah di Pasar Induk Among Tani terus menjadi sorotan. Masyarakat berharap pemerintah segera menemukan solusi agar lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman bagi para pedagang maupun pengunjung.( Eno).






