Dedik Yulian Nurohman Klarifikasi Tuduhan Pesta Miras, Tuntut Hak Jawab

Dedik Dishub batu

Batu I Serulingmedia.com – Dedik Yulian Nurohman, seorang Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Perhubungan Kota Batu, harus menerima konsekuensi berupa pemindahan tugas dari bagian lapangan ke bagian sekretariat. Keputusan ini diterim menyusul pemberitaan yang menyebut dirinya terlibat dalam pesta minuman keras, tuduhan yang ia bantah keras dalam konferensi pers di kantor Dishub Batu, Rabu sore (4/11/2024).

Dedik menjelaskan kronologi kejadian yang menjadi awal mula polemik tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pada 28 November 2024, dirinya mengikuti kegiatan dinas ke Solo meski dalam kondisi perut yang tidak sehat. Di perjalanan, sakit perutnya kambuh, sehingga ia meminta teman-temannya mencari air panas di rest area untuk mengompres perutnya.

“Air panas itu ditampung di botol kosong yang didapatkan temannya di salah satu warung di rest area. Setelah botol ditempelkan ke perut, rasa sakit saya mereda. Karena merasa lega, saya sempat mengangkat botol itu sambil mengucapkan syukur, ‘Alhamdulillah,’” jelas Dedik.

Ia menambahkan, salah seorang temannya merekam momen tersebut dan mengunggahnya di status WhatsApp pribadi. Namun, video itu kemudian diambil tanpa izin oleh oknum wartawan dan disebarluaskan sebagai berita yang menuduh dirinya melakukan pesta minuman keras.

Tidak Diberi Hak Jawab

Dedik merasa dirugikan oleh tindakan wartawan yang menulis berita tanpa klarifikasi atau konfirmasi langsung. “Saya kecewa karena tidak diberikan hak jawab. Apalagi orang yang menulis berita itu tidak berada di lokasi kejadian dan hanya mengambil unggahan status WhatsApp teman saya tanpa izin lagi” katanya.

Akibat pemberitaan tersebut, Dedik mengaku merasa dipermalukan di lingkungan kerja dan keluarganya. Ia juga menyatakan keprihatinannya terhadap dampak yang dialami Dinas Perhubungan Kota Batu, tempat ia bekerja.

Tuntut Penghapusan dan Siapkan Langkah Hukum

Dalam pernyataannya, Dedik meminta agar berita yang tidak benar tersebut segera dihapus. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, ia berencana mengambil langkah hukum demi menjaga nama baiknya, keluarga, dan institusi tempatnya bekerja.

“Saya berharap oknum wartawan tersebut serta media yang menyebarkan berita bohong ini bertanggung jawab. Jika tidak, saya akan tempuh jalur hukum,” tegasnya.

Meski merasa dirugikan, Dedik tetap menyampaikan permohonan maaf kepada Dinas Perhubungan Kota Batu atas insiden ini. “Saya meminta maaf jika tindakan saya yang mengangkat botol telah menimbulkan polemik,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya klarifikasi dalam pemberitaan dan perlunya menjaga etika jurnalistik, terutama di era digital di mana informasi dapat menyebar dengan cepat dan tanpa kendali. ( Eno ).