Pesta Demokrasi Kota Batu 2024 Usai, Tantangan Menanti Pasangan Terpilih

DR.FAID PENGAMAT UB

Batu I Serulingmedia.com – Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Batu 2024 telah mencapai puncaknya dengan diumumkannya hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU Kota Batu. Pasangan Nurochman – Heli Suyanto dinyatakan sebagai pemenang dan akan memimpin Kota Batu periode 2024-2029. Meskipun KPU belum secara resmi mengumumkan pemenangnya, hasil ini telah menjadi sorotan publik.

Pesta demokrasi telah berakhir, dan Kota Batu kini menyongsong babak baru dalam perjalanan pembangunan. Terpilihnya pasangan Nurochman – Heli Suyanto sebagai Walikota dan Wakil Walikota memberikan secercah harapan bagi masyarakat. Kota Batu, yang telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia, memiliki potensi besar untuk semakin berkembang di bawah kepemimpinan mereka.

Salah satu harapan utama masyarakat adalah peningkatan kualitas sektor pariwisata. Dengan keindahan alam yang memikat dan berbagai atraksi wisata yang menarik, Kota Batu dapat terus berinovasi untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Dalam hal ini, pembangunan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, fasilitas umum, dan pengelolaan destinasi wisata harus menjadi prioritas. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Selain itu, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan juga menjadi sorotan penting. Kebijakan pasangan Nurochman – Heli Suyanto untuk membangun embung, biopori, dan sumur resapan patut diapresiasi. Upaya ini tidak hanya mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder terkait, Kota Batu dapat menjadi contoh kota yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistemnya.

Harapan lainnya adalah penguatan sektor ekonomi kreatif. Kota Batu memiliki potensi besar dalam pengembangan produk lokal seperti kerajinan, kuliner, dan seni budaya. Dukungan dari pemerintah dalam bentuk pelatihan, akses permodalan, dan pemasaran diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal untuk berkembang. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkaya identitas Kota Batu sebagai kota wisata yang kreatif dan inovatif.

Namun, semua harapan tersebut tidak dapat terwujud tanpa partisipasi aktif dari seluruh elemen Masyarakat, termasuk aparat Pemerintah daerah Kota Batu.  Peran serta warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, mendukung program pemerintah, dan berkontribusi dalam pembangunan sangatlah penting. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia harus terus digalakkan untuk menciptakan Kota Batu yang lebih baik.

Dr. A. Faidlal Rahman, SE.Par., M.Sc., CHE, akademisi Universitas Brawijaya Malang sekaligus pengamat kebijakan publik dan pemerintahan, mengungkapkan tantangan birokrasi di masa transisi pemerintahan baru.

Menurut Faid, panggilan akrab Dr. A. Faidlal Rahman, SE.Par., M.Sc., CHE, dinamika birokrasi sering kali menjadi tantangan besar dalam menjalankan roda pemerintahan. Pengalaman menunjukkan bahwa sinkronisasi kinerja perangkat daerah bukanlah hal yang mudah. Banyak pejabat yang memilih “bermain aman” karena khawatir tersandung kasus hukum, yang mengakibatkan stagnasi dalam pelaksanaan program kerja.

“Jika seorang walikota kurang tegas dalam memimpin, program-program yang dirancang berisiko tidak terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, pasangan terpilih harus memiliki tenaga ahli yang kompeten untuk memberikan saran strategis, sehingga setiap langkah yang diambil sesuai dengan aturan dan mampu menghindari potensi masalah hukum di masa mendatang,” ujar Faid.

Faid memberikan beberapa catatan penting yang harus menjadi perhatian pasangan terpilih:

  1. Adaptasi, Harmonisasi, dan Negosiasi Politik Anggaran. Pasangan Nurochman – Heli Suyanto perlu menjalin hubungan harmonis dengan partai-partai non-pendukung untuk memastikan dukungan terhadap program-program prioritas, terutama dalam pembahasan dan pengesahan anggaran.
  2. Adaptasi Budaya Birokrasi Eksekutif. Dinamika birokrasi menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua pejabat eselon mendukung pasangan terpilih, terutama mereka yang bukan bagian dari barisan pendukung. Pasangan terpilih harus mampu beradaptasi dengan budaya kerja yang ada, sekaligus menempatkan pejabat di posisi strategis yang mendukung visi mereka.
  3. Penyusunan RPJMD. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan menjadi roadmap pembangunan Kota Batu selama lima tahun ke depan. Dokumen ini harus selaras dengan visi dan misi pasangan terpilih, sekaligus menjadi pedoman pembangunan yang konsisten.
  4. Menghadapi Bayang-Bayang Kepemimpinan Sebelumnya. Pasangan Nurochman – Heli Suyanto harus cermat dalam menentukan arah pembangunan, apakah akan melanjutkan atau mengkritisi kebijakan sebelumnya. Langkah ini harus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kepentingan pembangunan yang lebih maju.
  5. Membangun Think Tank yang Kuat. Pasangan terpilih memerlukan tim think tank yang kompeten dan tenaga ahli di bidang pembangunan, birokrasi, dan peraturan perundang-undangan. Tim ini akan memberikan masukan strategis, membantu evaluasi, dan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target.

Dengan berbagai tantangan yang ada, pasangan Nurochman – Heli Suyanto diharapkan mampu membawa perubahan positif dan menjadikan Kota Batu sebagai kota wisata andalan yang lebih maju. Dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama.( Eno ).