Nurochman Ditetapkan Sebagai Wali Kota Batu Terpilih, Ajak Dua Paslon Rival untuk Kolaborasi
Batu | Serulingmedia. Com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu secara resmi menetapkan pasangan Nurochman SH MH dan Heli Suyanto SH MH sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu terpilih periode 2024-2029 dalam rapat Pleno di Hotel Singhasari Batu, Rabu (8/1/2025).

Pasangan yang diusung oleh koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra ini berhasil meraih 65.684 suara atau 48,15 persen.
Dalam sambutannya usai penetapan, Nurochman, yang akrab disapa Cak Nur, menyampaikan rasa syukur atas suasana kondusif selama proses pemilu di Kota Batu. Ia mengajak dua pasangan calon lainnya, Gumelar – H Rudi dan Krisdayanti – Kresna Dewanata Prosakh, untuk bersama-sama berkolaborasi demi pembangunan Kota Batu ke depan.
“Kami akan bersilaturahmi dengan kedua pasangan calon. Bersama-sama kita akan menyatukan konsep pemikiran untuk membangun Kota Batu. Kapan pertemuan itu akan digelar akan kami komunikasikan lebih lanjut,” ujar Cak Nur.

Cak Nur menegaskan komitmennya untuk segera bekerja pasca-pelantikan, sesuai arahan Penjabat Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai. Salah satu program unggulan yang akan direalisasikan adalah Sembilan Nawa Bhakti Utama.
Beberapa di antaranya adalah kenaikan insentif bagi pekerja sosial, perangkat RT/RW, Linmas, serta Guru Tidak Tetap (GTT). “Insyaallah, tahun 2025 kenaikan insentif ini sudah terwujud,” ujarnya.
Selain itu, Cak Nur juga akan mengupayakan penurunan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “JIka PBB sebelumnya diterapkan 100% NJOP, tahun 2025 akan kami terapkan 70% NJOP, atau NJOP diturunkan 30%,” jelasnua.
Pasangan Nurochman-Heli juga berkomitmen menjalankan program pendidikan 1.000 sarjana desa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pedesaan. Di bidang pertanian, mereka akan memaksimalkan laboratorium pertanian untuk mendukung produktivitas petani.
Ajakan untuk Bersatu
Cak Nur mengajak seluruh elemen masyarakat yang sebelumnya terpecah karena dukungan politik untuk bersatu demi Kota Batu yang lebih baik.
“Kota ini adalah rumah kita bersama. Saatnya kita bergandengan tangan untuk mewujudkan visi bersama demi kemajuan Kota Batu,” katanya.

Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat Kota Batu dalam pemilu 2024. Pernyataannya ini bukan hanya bentuk rasa syukur, tetapi juga pengakuan atas peran aktif warga dalam menentukan masa depan kota mereka.
Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh aturan yang baik, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat di dalamnya.
Pemilu Kota Batu 2024 menjadi bukti nyata bagaimana warga menyadari pentingnya hak suara mereka sebagai alat untuk membawa perubahan. Tingginya partisipasi dalam pemilu menunjukkan bahwa masyarakat Kota Batu tidak hanya peduli, tetapi juga memiliki semangat yang tinggi untuk ikut membangun kotanya.
Ketua KPU menyatakan pasangan Nurochman dan Heli Suyanto berhasil meraih suara terbanyak, yakni 65.684 suara atau 48,15 persen.
Kemenangan ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap pasangan tersebut, tetapi juga hasil dari kerja keras semua pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara pemilu, tim sukses, hingga masyarakat yang menggunakan hak pilihnya.
Keberhasilan pemilu di Kota Batu tidak lepas dari peran KPU sebagai lembaga penyelenggara. Di bawah kepemimpinan Heru Joko Purwanto, KPU Kota Batu telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk menyelenggarakan pemilu secara jujur, adil, dan transparan.
Netralitas KPU menjadi fondasi utama yang membuat masyarakat percaya bahwa suara mereka benar-benar dihargai.
Dalam situasi politik yang sering kali memanas, profesionalisme KPU dalam menjalankan tugasnya menjadi faktor penyeimbang yang penting. Dengan memastikan setiap tahapan pemilu berjalan lancar, mulai dari pendaftaran calon hingga penghitungan suara, KPU telah menjaga integritas proses demokrasi.

Setelah pemilu usai, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa hasil pemilu membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Pasangan Nurochman dan Heli Suyanto kini memikul tanggung jawab besar untuk merealisasikan visi dan misi yang telah mereka sampaikan selama kampanye. Mereka harus mampu menjawab harapan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka.
Partisipasi masyarakat tidak boleh berhenti setelah pemilu selesai. Sebaliknya, warga harus terus mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada pada jalur yang telah disepakati. Dalam hal ini, sinergi antara pemimpin terpilih, masyarakat, dan berbagai elemen lain menjadi kunci untuk menciptakan pemerintahan yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan bersama.( Eno ).






