Ketua DPRD Batu Usulkan Pembentukan Perusda untuk Stabilkan Harga Jeruk Pasca Panen Raya

KAJIBIANTO DI RUMAH

Batu I Serulingmedia.com – Ketua DPRD Batu, Didik Subianto, yang akrab disapa Kaji Bianto, menyampaikan keprihatinannya terhadap membludaknya produksi jeruk di Batu akibat panen raya. Panen raya yang terjadi secara serentak menyebabkan pasokan jeruk di pasar meningkat tajam, sementara permintaan tidak serta-merta mengikuti peningkatan tersebut. Akibatnya, harga jeruk jatuh, dan petani tidak mendapatkan keuntungan yang memadai.

Sebagai petani jeruk sekaligus pemangku jabatan di DPRD, Kaji Bianto memahami bahwa masalah ini membutuhkan solusi sistemik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah

Kaji Bianto mengusulkan pembentukan Koperasi Petani dan Perusahaan Daerah (Perusda) sebagai solusi untuk menjaga stabilitas harga pasca panen raya.

“Semoga pemerintah yang baru akan mempertimbangkan pembentukan Koperasi dan Perusahaan Daerah guna meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi anjloknya harga pasca panen, kelangkaan pupuk, tingginya harga obat-obatan, serta menyediakan akses pasar yang lebih baik,” ungkapnya, di Gudang Jeruk, Rabu ( 2/10/2024 ).

Sebagai petani jeruk dan apel di Batu, Kaji Bianto menjelaskan bahwa Perusda Pertanian dapat berperan sebagai penyangga (buffer) pasar. Saat harga jeruk anjlok akibat panen raya, Perusda bisa membeli hasil panen dari petani dengan harga yang layak dan menyimpannya di fasilitas cold storage.

“Cold storage ini berguna untuk menampung hasil panen selama panen raya dan menjualnya saat permintaan meningkat di luar musim panen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kaji Bianto menyebut bahwa anggaran untuk pengadaan cold storage sebenarnya sudah direncanakan tahun lalu, namun implementasinya belum terlaksana.

“Ini menandakan belum adanya perencanaan yang matang,” tambahnya.

Selain itu, Perusda juga dapat membuka akses pasar baru, baik di dalam negeri maupun ekspor. Dengan jaringan yang lebih besar, Perusda mampu menjangkau pasar yang lebih luas dibandingkan petani individu.

“Selain menampung hasil panen, Perusda bisa mengolah hasil pertanian menjadi produk olahan, seperti jus jeruk atau manisan, yang akan menambah nilai produk dan mengurangi ketergantungan pada penjualan buah segar  dapat dikurangi, dan petani dapat memperoleh penghasilan tambahan dari produk olahan tersebut yang mempunyai nilai tinggi ” tuturnya.

Kaji Bianto juga menyoroti pentingnya pendampingan dari pemerintah daerah dalam hal akses teknologi pertanian terbaru.

“Melalui Perusda, Pemda bisa memfasilitasi petani dengan teknologi pertanian modern, baik dalam teknik menanam yang lebih efisien, pengolahan hasil panen, hingga pemasaran digital,” ucapnya.

Dalam praktik kesehariannya, Kaji Bianto sendiri telah mengembangkan program kemitraan dengan petani jeruk di Batu dan Nongkojajar, Pasuruan. Ia menyuplai bibit jeruk jenis Siam Madu dan Punten, obat-obatan, serta pupuk kepada petani binaannya yang mencapai 50 petani. Setiap kali panen, ia membeli hasil panen tersebut dengan harga sesuai pasar, dengan jumlah panenan mencapa 10 hingga 50 ton Jeruk, untuk dipasarkan ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan dan Kalimantan.

“Dengan cara ini, petani tidak mengalami kerugian dan kesejahteraan mereka terjamin karena sudah ada pasar yang jelas. Kalau Pemkot Batu membentuk Perusda, kesejahteraan petani di 19 desa yang mayoritas hidup dari hasil pertanian akan lebih terjamin,” Pungkas Kaji Bianto.

Usulan pembentukan Koperasi Petani dan Perusda ini diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi petani jeruk di Batu, khususnya dalam menghadapi tantangan harga saat panen raya.

Dengan adanya Perusda, petani jeruk di Batu akan memiliki akses pasar yang lebih luas, harga yang stabil, dan kesejahteraan yang lebih terjamin.

Sebagai salah satu sentra pertanian buah di Indonesia, Batu memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif dari para petani, strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani jeruk dan memperkuat ekonomi daerah.(Eno).