Jeneponto Perketat Kesiapsiagaan, Bupati Paris Yasir Wanti-Wanti Ancaman Cuaca Ekstrem

1902065_11zon

Jeneponto | Serulingmedia.com – Pemerintah Kabupaten Jeneponto memperketat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem dan musim kemarau.

 

Langkah itu dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE., MM., Kamis (20/8/2026).

 

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto. Hadir Sekretaris Daerah Jeneponto Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si., unsur Forkopimda, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pejabat dan pihak terkait.

Paris Yasir meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tidak menunggu bencana terjadi untuk bergerak. Kewaspadaan, menurut dia, harus dibangun sejak dini dengan memperkuat koordinasi antarinstansi.

“Yang paling penting adalah kesiapsiagaan kita. Semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi dan mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi,” ujar Paris Yasir.

Ia juga meminta setiap perangkat daerah menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangannya. Koordinasi dengan Forkopimda dan instansi terkait harus dijaga agar setiap potensi persoalan di lapangan dapat direspons secara cepat dan tepat.

Rapat kemudian berkembang dalam diskusi lintas sektor. Peserta membahas kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan dampak cuaca ekstrem dan musim kemarau, termasuk kebutuhan memperkuat langkah pencegahan serta respons pemerintah terhadap masyarakat.

Bagi Pemkab Jeneponto, kesiapsiagaan bukan sekadar respons ketika bencana terjadi. Pemerintah daerah menempatkan koordinasi dan langkah preventif sebagai bagian penting untuk mengurangi risiko sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Paris Yasir menegaskan sinergi antarinstansi perlu diperkuat. Pemerintah juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pesan rapat Forkopimda itu jelas: menghadapi cuaca ekstrem dan kemarau, pemerintah tidak boleh bekerja sendiri dan tidak boleh terlambat mengambil langkah. ( Yahya Patta/Buang Supeno).