Herlina Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen, Teliti Peran Ganda dan Kinerja Karyawan Perempuan PT Haji Kalla
Makassar | Serulingmedia.com – Herlina berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen setelah mempertahankan disertasinya mengenai kinerja karyawan perempuan di PT Haji Kalla.
Ia meraih nilai pujian dalam gelar uji kompetensi Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), Kamis (20/8/2026).
Disertasi Herlina mengangkat tema “Pengaruh Peran Ganda, Stres Kerja, Disiplin dan Komitmen Kerja melalui Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Perempuan pada PT Haji Kalla di Kota Makassar.”
Uji kompetensi berlangsung di Kampus Program Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Sidang dipimpin Asisten Direktur II Program Pascasarjana UMI, Prof. Dr. Mahfud Nurnajamuddin, SE., M.Si., yang mewakili Direktur Program Pascasarjana UMI.
Dalam sidang tersebut, Herlina diuji oleh Prof. Dr. H. Ahmad Gani, SE., M.Si., Prof. Dr. H. Syahrir Mallongi, SE., M.Si., dan Dr. Juliyanty Sidik Tjan, SE., MSA., Ak., CA. Penguji eksternal berasal dari FEB Universitas Brawijaya, yakni Prof. Dr. Ahyar Yuniawan, SE., M.Si., sedangkan penguji lintas disiplin ilmu adalah Dr. Ahmad Fadhil, ST., MT., IPM., Asean CPA.
Sementara itu, disertasi Herlina dibimbing Prof. Dr. Hj. Ramlawati, SE., MM., bersama Prof. Dr. Hj. Aryati Arfah, SE., M.Si., dan Prof. Dr. Imaduddin, ST., MM.
Dalam penelitiannya, Herlina menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya manusia di tengah persaingan global dan ketidakpastian ekonomi yang turut memengaruhi kebijakan perusahaan.
PT Haji Kalla sebagai salah satu perusahaan berskala nasional dengan berbagai sektor usaha memiliki jumlah karyawan mencapai 2.150 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 752 orang merupakan karyawan perempuan.
Menurut Herlina, komposisi tersebut menunjukkan bahwa karyawan perempuan memiliki kontribusi signifikan terhadap operasional perusahaan.
Karena itu, kondisi kerja yang berkaitan dengan peran ganda, stres, disiplin, komitmen dan motivasi menjadi penting untuk dikaji dalam kaitannya dengan kinerja.
Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan penurunan rata-rata pada sejumlah variabel penelitian dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya terlihat pada skor peran ganda yang turun dari 82 pada 2021 menjadi 75 pada 2025.
Penurunan tersebut, menurut Herlina, mengindikasikan semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi karyawan perempuan dalam menjalankan tanggung jawab pekerjaan sekaligus tanggung jawab keluarga.
“Beban kerja serta tanggung jawab keluarga dapat menjadi faktor yang memengaruhi kondisi psikologis, motivasi dan kemampuan karyawan dalam mencapai target kerja,” ujar Herlina dalam pemaparan disertasinya.
Ia menegaskan, persoalan stres kerja tidak dapat dipandang sebagai persoalan individu semata. Perusahaan juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mampu mendukung keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan keluarga.
Karena itu, Herlina merekomendasikan penguatan budaya disiplin kerja melalui pengawasan yang konsisten, pemberian penghargaan serta pembentukan lingkungan kerja yang positif.
Menurutnya, penguatan disiplin dan komitmen kerja perlu berjalan beriringan dengan peningkatan motivasi.
Dengan demikian, karyawan perempuan tidak hanya mampu menjalankan peran gandanya, tetapi juga tetap memiliki ruang untuk meningkatkan produktivitas dan pencapaian kinerja.
Raihan gelar doktor tersebut sekaligus menambah kontribusi akademik Herlina dalam kajian manajemen sumber daya manusia, khususnya terkait pengelolaan karyawan perempuan di lingkungan perusahaan. ( Yahya Pattaya/Buang Supeno)






