Dari Sebuah Kuis, Tumbuh Pesan Besar: 4.978 Maliki Muda Belajar Berani, Bertalenta dan Berbagi

Screenshot_2026-08-19-18-36-25-508_com.miui.gallery-edit

Malang | Serulingmedia.com — Sebuah kuis sederhana berubah menjadi momen penuh makna dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026.

 

Di hadapan 4.978 mahasiswa baru yang disebut Maliki Muda, para Wakil Rektor tidak hanya mengajak mahasiswa mengenal kehidupan kampus, tetapi juga menanamkan pesan tentang keberanian, talenta, kepedulian dan semangat berbagi.

 

Kegiatan PBAK dipusatkan di Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (18/8/2026).

 

Suasana yang awalnya formal berubah semakin cair ketika empat Wakil Rektor memberikan kuis secara bergantian dengan hadiah yang berbeda.


Kuis tersebut menjadi salah satu bagian paling menarik karena mahasiswa tidak hanya mendengarkan arahan, tetapi juga diajak berinteraksi secara langsung.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Andes H. Basri, M., PhD, membuka kuis dengan pertanyaan sederhana tentang siapa Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.

Beberapa mahasiswa sempat memberikan jawaban yang kurang tepat. Namun, akhirnya seorang mahasiswa berhasil menjawab dengan benar dan mendapatkan hadiah Rp100 ribu.

Di balik pertanyaan sederhana tersebut terdapat pelajaran penting bagi mahasiswa baru. Mereka diajak untuk mendengarkan, memperhatikan dan berani menjawab.

Dalam kehidupan akademik, kemampuan memperhatikan menjadi modal penting. Mahasiswa bukan hanya dituntut hadir di ruang kuliah, tetapi juga mampu menangkap informasi, memahami persoalan dan berani menyampaikan pendapat.

Kuis berikutnya diberikan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Zainal Habib, M.Hum.
Ia menanyakan siapa Ketua Dema Universitas. Pertanyaan itu berhasil dijawab Magista Panji Apriliano yang kemudian memperoleh hadiah Rp200 ribu.

Namun, pesan Dr. Zainal justru jauh lebih besar daripada nilai hadiah yang diberikan.

“Ini bukan pamer uang, tapi ketika teman di kamar membutuhkan kita saling membantu, kita tidak akan miskin. Ada semangat saling bersedekah dan membantu,” pesannya.

Kalimat tersebut mengubah makna kuis dari sekadar permainan menjadi pembelajaran tentang kehidupan.

Mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan tidak seharusnya membuat seseorang berjalan sendirian. Di lingkungan kampus, ada teman yang membutuhkan dukungan, ada sahabat yang membutuhkan bantuan dan ada sesama mahasiswa yang mungkin menghadapi kesulitan.

Berbagi tidak membuat seseorang kehilangan, tetapi justru memperkuat persaudaraan.

Semangat berikutnya datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Trio Supriatno, M.Ag.

Ia memberikan kuis mengenai makna talenta. Latif Ansori berhasil menjawab pertanyaan tersebut dan mendapatkan hadiah Rp300 ribu.

Hadiah itu menjadi pintu masuk bagi pesan tentang pentingnya mengenali minat, bakat dan talenta.

Setiap mahasiswa memiliki kelebihan yang berbeda. Ada yang menonjol dalam bidang akademik, organisasi, olahraga, seni, komunikasi, teknologi maupun kewirausahaan.

Karena itu, masa kuliah harus dimanfaatkan untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri.

Prof. Trio juga mendorong mahasiswa untuk menjalani proses pembelajaran di Ma’had dengan penuh penerimaan dan semangat. Kehidupan di asrama menjadi bagian dari proses membangun kemandirian, kedisiplinan dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. H. Muhammad Abdul Hamid, S.Ag., M.A., menghadirkan pendekatan berbeda.

Ia tidak memberikan hadiah uang melalui kuis, tetapi menyediakan gantungan kunci dan cokelat dari luar negeri bagi mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan.

Pertanyaannya adalah nama moderator yang memandu kegiatan. Mustofa Riduwan berhasil menjawab dan mendapatkan hadiah tersebut.

 

Hadiah sederhana dari luar negeri itu sekaligus menguatkan pesan Prof. Abdul Hamid agar mahasiswa UIN Malang tidak berhenti pada wawasan lokal.

Mahasiswa didorong menjadi mahasiswa global, dengan memanfaatkan jejaring internasional yang dimiliki kampus untuk memperluas pengalaman, wawasan dan kesempatan.

Kuis yang Mengajarkan Lebih dari Sekadar Menjawab

Yang menarik dari PBAK UIN Malang 2026 adalah bagaimana kuis mampu menjadi jembatan antara pimpinan kampus dan mahasiswa baru.

Ada kegembiraan ketika nama pemenang disebut. Ada tepuk tangan ketika jawaban benar disampaikan. Ada tawa ketika mahasiswa salah menjawab. Tetapi di balik semua itu terdapat proses belajar.

Kuis melatih mahasiswa untuk berani.
Berani mengangkat tangan. Berani menjawab. Berani salah. Dan yang paling penting, berani mencoba kembali.

Kuis juga melatih perhatian. Mahasiswa belajar bahwa mengenal lingkungan kampus dimulai dari kemauan untuk mendengar dan memahami.

Kuis tentang talenta mengajarkan mahasiswa untuk mengenali dirinya sendiri.
Sedangkan pesan tentang berbagi mengingatkan bahwa perjalanan kuliah tidak hanya tentang prestasi pribadi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu memberi manfaat kepada orang lain.

Bahkan hadiah dari luar negeri yang diberikan Wakil Rektor IV membawa pesan agar mahasiswa memiliki pandangan lebih luas dan tidak takut bermimpi melampaui batas.

Pada akhirnya, uang Rp100 ribu, Rp200 ribu dan Rp300 ribu bukanlah inti dari kuis PBAK tersebut.

Nilai sesungguhnya justru berada pada pesan yang menyertainya.
Mahasiswa harus berani melangkah, mengenali talenta, membangun relasi, memperluas wawasan dan tidak lupa berbagi.

Bagi 4.978 Maliki Muda, PBAK 2026 mungkin menjadi hari pertama mereka mengenal lebih dekat kehidupan kampus. Tetapi dari sebuah kuis sederhana, mereka mendapatkan pesan yang bisa dibawa jauh lebih lama daripada hadiah yang diterima.

Sebab perjalanan menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar nilai akademik.
Ia adalah perjalanan menemukan diri, mengasah kemampuan, membangun persahabatan dan pada akhirnya menjadi manusia yang ilmunya memberi manfaat.

Dari sebuah kuis, tumbuh pesan besar.
Dan dari 4.978 Maliki Muda, kampus berharap lahir generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berani, bertalenta dan gemar berbagi.( Eno).