FST UIN Malang Pacu Mutu Akademik, Basri Tekankan Publikasi dan Kualitas Pembelajaran
Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mematangkan kesiapan menghadapi Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Koordinasi Perkuliahan yang berlangsung di Auditorium Utara Lantai 4 FST UIN Malang, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana serius namun penuh semangat. Para dosen dan sivitas akademika FST mengikuti setiap paparan sebagai bagian dari evaluasi sekaligus penyamaan langkah menghadapi perkuliahan semester baru.
Koordinasi tidak sekadar membahas teknis perkuliahan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk membaca kembali capaian akademik, mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki, serta menyusun langkah penguatan mutu pendidikan, penelitian dan publikasi.
Dekan FST UIN Malang, Dr. Agus Mulyono, M.Kes., dalam sambutannya memaparkan sejumlah capaian fakultas, terutama bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan program strategis fakultas.
Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika sekaligus menjadi modal untuk meningkatkan kinerja pada periode berikutnya.
“Capaian yang sudah kita raih jangan berhenti menjadi angka atau laporan. Ini harus menjadi pijakan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas program akademik,” pesan Agus.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program. Setiap capaian yang telah diraih harus dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas sekaligus memperkuat posisi FST sebagai bagian dari perguruan tinggi yang unggul.
Basri: Perpustakaan Harus Menjadi Jantung Kampus
Sesi berikutnya diisi pengarahan bidang akademik oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D.
Basri membawa pesan kuat mengenai pentingnya membangun budaya akademik yang tidak hanya mengejar capaian administratif, tetapi benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas.
Di hadapan sivitas akademika FST, Basri menyoroti optimalisasi perpustakaan sebagai salah satu fondasi penting perguruan tinggi.
“Perpustakaan itu adalah jantung perguruan tinggi.
Karena itu harus betul-betul dioptimalkan untuk mendukung pembelajaran, penelitian, dan pengembangan pengetahuan.”
Menurut Basri, perpustakaan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku dan berbagai koleksi ilmiah. Lebih dari itu, perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup dan dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa maupun dosen.
“Kalau kita ingin membangun budaya akademik yang kuat, maka budaya membaca, meneliti, berdiskusi dan menulis juga harus terus kita tumbuhkan.” ungkapnya.
Publikasi Dosen Jadi Penguat Reputasi
Basri juga memberikan perhatian terhadap peningkatan publikasi ilmiah dosen. Produktivitas publikasi, kata dia, merupakan bagian penting dalam membangun reputasi akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
“Publikasi bukan sekadar mengejar jumlah. Yang lebih penting adalah kualitas dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu.” Lanjutnya.
Ia mendorong para dosen untuk terus meningkatkan kualitas riset sehingga hasil penelitian tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat dipublikasikan dan memberikan kontribusi pada masyarakat maupun komunitas akademik internasional.
Dalam arahannya, Basri juga menyinggung perkembangan university ranking. Menurutnya, pemeringkatan dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat posisi dan reputasi perguruan tinggi, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya orientasi.
“Ranking itu penting, tetapi jangan sampai kita hanya mengejar ranking. Yang paling utama adalah kualitas. Kalau kualitas pendidikan, penelitian, publikasi dan layanan kita kuat, maka reputasi akan mengikuti.”paparnya.
Evaluasi Kepuasan Mahasiswa
Koordinasi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian informasi mengenai capaian kinerja dosen di bidang akademik. Evaluasi kepuasan mahasiswa terhadap pelaksanaan perkuliahan juga menjadi bagian yang dibahas.
Data tersebut menjadi bahan refleksi FST untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran telah berjalan sesuai harapan mahasiswa sekaligus menentukan aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Kita perlu mendengar suara mahasiswa. Kepuasan mahasiswa menjadi salah satu bahan evaluasi agar proses pembelajaran kita semakin baik dari semester ke semester,” menjadi bagian dari pesan penguatan akademik dalam forum tersebut.
Sementara itu, capaian publikasi dosen turut mendapat perhatian. Prof. Dr. Evika Sandi Safitri, M.P. tercatat sebagai dosen dengan jumlah publikasi terbanyak.
Capaian tersebut menjadi contoh sekaligus pemantik bagi sivitas akademika FST untuk semakin aktif dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah.
Koordinasi Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda rutin awal semester.
Forum tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi, mengevaluasi kinerja dan memperkuat komitmen FST dalam membangun budaya akademik yang berkualitas.
Dengan penguatan pembelajaran, optimalisasi perpustakaan, peningkatan publikasi, evaluasi kinerja dosen dan perhatian terhadap kepuasan mahasiswa, FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menatap semester baru dengan target yang lebih tinggi: bukan sekadar menjalankan perkuliahan, tetapi menghadirkan proses akademik yang semakin bermutu dan berdaya saing.( Eno).






