Muhammad Rudi Raih Doktor, Bedah Peran OCB dalam Penguatan Kinerja Bapenda Luwu
Makassar | Serulingmedia.com — Muhammad Rudi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen setelah mempertahankan disertasinya yang mengangkat persoalan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) dalam pengelolaan sumber daya manusia di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu.
Disertasi berjudul “Pengaruh Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) melalui Kompetensi dan Motivasi pada Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Luwu” itu diuji dalam sidang promosi doktor di Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (PPs UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (19/8/2026).
Ujian kompetensi tersebut dipimpin Direktur PPs UMI Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum. Tim penguji terdiri atas Dr. H. Djamaluddin Bijaang, S.E., M.M., Prof. Dr. Mursalim La Ekkeng, S.E., M.Si., ASEAN CPA, serta penguji eksternal Prof. Dr. Sitti Haerani, S.E., M.Si. dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Prof. Dr. Apt. Aktsar Roskiana Ahmad, S.Farm., M.Farm.
Dalam penyelesaian disertasinya, Muhammad Rudi dibimbing Prof. Dr. H. Baso Amang, S.E., M.Si. sebagai promotor, bersama Prof. Dr. Hj. Syamsu Nujum, S.E., M.Si. dan Dr. Asdar Djumereng sebagai co-promotor I dan II.
OCB Tak Sekadar Tugas Formal
Muhammad Rudi dalam disertasinya menempatkan OCB sebagai salah satu unsur penting dalam membangun organisasi yang efektif.
Menurutnya, keunggulan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pegawai menjalankan tugas formal (in-role), tetapi juga oleh kesediaan mereka memberikan kontribusi di luar kewajiban yang telah ditetapkan (extra-role).
Perilaku tersebut dapat berupa kemauan membantu rekan kerja, memperkuat kerja sama, membangun kepercayaan, hingga menciptakan budaya kerja yang positif.
“OCB merupakan perilaku sukarela yang tidak tercantum dalam uraian tugas formal, tetapi memberikan kontribusi signifikan terhadap efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan organisasi,” ujar Muhammad Rudi dalam pemaparannya.
Ia menilai OCB semakin penting dalam organisasi sektor publik yang dituntut adaptif, kolaboratif, sekaligus berorientasi pada kinerja.
Kompetensi dan Motivasi Jadi Kunci
Muhammad Rudi menjelaskan, pengembangan sumber daya manusia memiliki hubungan erat dengan tumbuhnya perilaku OCB.
Kompetensi membantu pegawai memahami tugas dan tanggung jawab secara lebih luas, sedangkan motivasi mendorong munculnya kemauan untuk memberikan kontribusi melampaui kewajiban formal.
“Pegawai yang berkompeten diharapkan dapat memahami peran dan tanggung jawabnya secara lebih luas, sementara motivasi mendorong kemauan untuk memberikan kontribusi lebih dari sekadar kewajiban formal,” katanya.
Namun, penelitian tersebut juga menemukan adanya kesenjangan empiris dalam kajian sebelumnya, khususnya mengenai pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap OCB.
Temuan itu kemudian ditempatkan dalam konteks Bapenda Kabupaten Luwu yang memiliki posisi strategis dalam pengelolaan pendapatan daerah.
Menurut Muhammad Rudi, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah masih relatif rendah dibandingkan dengan dana transfer dari pemerintah pusat.
Padahal, Kabupaten Luwu memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Di sisi lain, kondisi internal organisasi juga menunjukkan perlunya penguatan OCB. Hal tersebut antara lain tercermin dari persoalan kedisiplinan pegawai serta masih terbatasnya cakupan program pelatihan dan pengembangan yang berorientasi pada penguatan soft skill dan motivasi.
Karena itu, ia menilai optimalisasi kinerja Bapenda Luwu tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan aspek administratif dan teknis.
“Optimalisasi kinerja Bapenda Luwu tidak cukup hanya melalui pemenuhan aspek administrasi dan teknis, tetapi juga melalui penguatan perilaku kerja sukarela atau extra-role,” tegasnya.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pijakan penting dalam disertasi Muhammad Rudi. Ia menempatkan penguatan kompetensi dan motivasi sebagai bagian dari strategi pengembangan SDM untuk mendorong tumbuhnya OCB dan pada akhirnya memperkuat kinerja organisasi.
Dengan mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji, Muhammad Rudi resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Program Pascasarjana UMI, sekaligus menambah perspektif akademik mengenai pentingnya perilaku kerja sukarela dalam memperkuat tata kelola organisasi sektor publik. ( Yahya Patta/Buang Supeno).






