Samsuddin Raih Gelar Doktor, Disertasi Ungkap Kunci Transformasi Digital Pelayanan Publik di KSOP

IMG-20260715-WA0019

Makassar | Serulingmedia.com – Promovendus Samsuddin resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen pada Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar setelah mempertahankan disertasinya yang mengangkat tema “Pengaruh Kompetensi Digital, Leadership Agility, dan Employee Well Being terhadap Efektivitas Administrasi Pelayanan Publik dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai Variabel Mediasi pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin”.

 

Sidang promosi doktor yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran UMI Makassar, Selasa (14/7/2026), dipimpin Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., dengan tim penguji yang terdiri dari sejumlah akademisi terkemuka, termasuk penguji eksternal Prof. Dr. Swa Lee Lee, Ph.D dari Malaysia University.

Dalam disertasinya, Samsuddin menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut, bukan hanya sebagai sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai tulang punggung distribusi logistik, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Karena itu, pelayanan kepelabuhanan dituntut mampu menjamin keamanan, keselamatan pelayaran, ketertiban lalu lintas kapal, serta memberikan pelayanan publik yang efektif.

Digitalisasi Bukan Lagi Pilihan

Analisis penelitian Samsuddin menunjukkan bahwa tantangan pelayanan di KSOP tidak lagi semata-mata berkaitan dengan prosedur birokrasi, tetapi telah bergeser pada kemampuan organisasi beradaptasi dengan era digital.

 

Kompetensi digital aparatur menjadi faktor penting agar pelayanan mampu berjalan cepat, akurat, dan transparan.

Di sisi lain, leadership agility atau kelincahan kepemimpinan dinilai menjadi elemen strategis dalam menghadapi perubahan regulasi, perkembangan teknologi, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas.

Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya employee well being.

 

Kesejahteraan pegawai tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga mendorong lahirnya Organizational Citizenship Behavior (OCB), yakni perilaku sukarela pegawai untuk memberikan kontribusi lebih bagi organisasi di luar tugas formalnya.

 

Reformasi Pelayanan Kepelabuhanan
Sebagai lembaga yang mengatur dan mengawasi aktivitas pelabuhan, KSOP memiliki fungsi vital mulai dari sertifikasi kapal, pengawasan bongkar muat, pengendalian lalu lintas kapal, penegakan hukum maritim, hingga koordinasi dengan berbagai instansi.

 

Namun, menurut Samsuddin, pelayanan publik di lingkungan KSOP masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kualitas sumber daya manusia, birokrasi yang belum sepenuhnya efisien, koordinasi antarinstansi, keterbatasan infrastruktur, rendahnya transparansi, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal.

 

Hasil disertasi ini memberikan pesan bahwa reformasi birokrasi di sektor kepelabuhanan tidak cukup hanya melalui digitalisasi sistem.

 

Perubahan juga harus dibangun melalui peningkatan kompetensi aparatur, kepemimpinan yang adaptif, serta budaya organisasi yang mendorong pegawai bekerja melampaui standar formal demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Disertasi Samsuddin menjadi kontribusi akademik yang relevan bagi upaya modernisasi pelayanan publik di sektor maritim, sekaligus memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah dalam memperkuat tata kelola kepelabuhanan di tengah percepatan transformasi digital nasional.( Yah/Eno).