PKB Serap Aspirasi, dari Krisis Guru hingga Gagasan Kota Batu Masa Depan

1729934_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Batu memanfaatkan Hari Fraksi sebagai ruang menyerap berbagai persoalan riil masyarakat sekaligus menghimpun gagasan strategis pembangunan daerah.

 

Dalam audiensi yang digelar di Rumah Aspirasi Fraksi PKB, Jumat (17/7/2026), isu yang mengemuka membentang dari kebutuhan infrastruktur dasar, kekurangan guru, hingga konsep penataan Kota Batu untuk jangka panjang.

 

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Batu Hasan Abdillah memimpin kegiatan tersebut didampingi Bendahara PKB Didik Subianto serta anggota fraksi Sudiono, Nur Ali, dan Rosidah Erawati.

 

Salah satu aspirasi datang dari warga RT 15 RW 06 Dusun Ngandat yang mempertanyakan kepastian pembangunan jaringan pipa HDPE dari kawasan Dok Rejoso menuju Punden Mbok Tarminah.

 

Warga meminta penjelasan terkait kabar batalnya program tersebut sekaligus memastikan sejauh mana proses pengajuannya.

Menanggapi hal itu, anggota Fraksi PKB Sudiono mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai status usulan tersebut.

 

Menurutnya, seluruh aspirasi warga akan dikawal hingga ada kejelasan dari pemerintah daerah.

 

“Kami tidak ingin masyarakat hanya menerima informasi yang simpang siur. Aspirasi ini akan kami koordinasikan dengan dinas terkait agar warga memperoleh kepastian mengenai proses dan kelanjutan program pemasangan pipa HDPE tersebut,” ujar Sudiono.

 

Di sektor pendidikan, Fraksi PKB menerima keluhan dari sejumlah sekolah dasar mengenai minimnya tenaga pendidik. Perwakilan SDN Tulungrejo 04, SDN Giripurno 02, SDN Pandanrejo 02, dan SDN Pesanggrahan 02 menyampaikan kebutuhan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Guru Pendidikan Agama, serta Guru Pendamping Inklusi bagi siswa berkebutuhan khusus.

 

Selain kebutuhan tenaga pendidik, para kepala sekolah juga menyampaikan usulan perbaikan infrastruktur pendidikan, terutama di SD Sisir dan SD Temas.

 

Anggota DPRD Kota Batu Rosidah Erawati mengatakan seluruh aspirasi tersebut akan dibahas bersama Dinas Pendidikan Kota Batu sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan pemerataan kualitas layanan pendidikan.

 

Forum juga berkembang menjadi ruang diskusi pembangunan daerah.

 

Tokoh masyarakat dan pelaku usaha, Suryo, menyampaikan sejumlah gagasan strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyederhanaan regulasi perizinan, digitalisasi sistem pajak dan retribusi daerah, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) produk unggulan, hingga penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi Kota Batu.

 

Tak hanya itu, ia mengusulkan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Pandanrejo atau Beji, penyelenggaraan sayembara desain tata kota, pembangunan amfiteater sebagai ruang seni budaya, pengelolaan wahana bianglala melalui skema kerja sama dengan swasta, serta pembangunan area parkir bawah tanah di kompleks Balai Kota Among Tani.

 

Menutup kegiatan, Sudiono menegaskan bahwa Hari Fraksi menjadi sarana bagi DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan aspirasi tersebut masuk dalam pembahasan kebijakan daerah.

 

“Kami berkomitmen mengawal setiap aspirasi masyarakat sesuai kewenangan DPRD. Komunikasi seperti ini penting agar pembangunan Kota Batu benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat,” tegas Sudiono.

 

Fraksi PKB menyatakan seluruh aspirasi dan gagasan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan kajian dan pengawalan dalam pembahasan kebijakan daerah sesuai kewenangan DPRD.

 

Melalui Hari Fraksi, PKB menegaskan komitmennya menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan Kota Batu yang lebih maju, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.( Eno).