Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Malang Buka LASTMANA Festival, Mahasiswa Diasah Jadi Wirausaha Mandiri
Malang | Serulingmedia.com – Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., secara resmi membuka kegiatan LASTMANA Festival yang digelar mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) di Lapangan Utama UIN Malang, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang diikuti mahasiswa semester enam tersebut menghadirkan 20 stan bazar yang menjual berbagai produk kuliner dan minuman hasil kreativitas mahasiswa.
Festival ini merupakan bagian dari praktik mata kuliah kewirausahaan yang bertujuan menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan pengalaman nyata di lapangan.
Dalam sambutannya, Miftahul Huda mengapresiasi inisiatif mahasiswa HES yang mampu menghadirkan kegiatan pembelajaran berbasis praktik.

Menurut dia, bazar tidak hanya menjadi sarana berjualan, tetapi juga wahana untuk membangun keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa setelah menyelesaikan studi.
“LASTMANA Festival bukan sekadar bazar. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang penting untuk melatih kreativitas, kemampuan komunikasi, keterampilan menjual produk, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa,” kata Miftahul Huda saat membuka acara.
Ia menilai pengalaman berinteraksi langsung dengan konsumen menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha di masa depan.
Karena itu, Fakultas Syariah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang mendorong penguatan soft skill mahasiswa.
Miftahul Huda juga mengingatkan peserta untuk menjadikan kompetisi dalam bazar sebagai ajang belajar yang sehat. Ia mengajak mahasiswa membangun semangat kebersamaan dan saling mendukung antarpeserta.
“Kalau ada stan lain yang ramai pembeli, doakan saja. Semangat saling mendukung seperti itu penting dalam membangun karakter dan mental kewirausahaan,” ujarnya.
Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Dwi Hidayatul Firdaus, menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi langsung dari materi kewirausahaan yang selama ini dipelajari mahasiswa di kelas.

Menurut dia, kemampuan berwirausaha tidak cukup dipahami secara teoritis, tetapi harus dibangun melalui pengalaman nyata agar mahasiswa memiliki keberanian untuk memulai usaha.
Sementara itu, dosen pembimbing kegiatan, Dr. Suud Fuadi menegaskan bahwa praktik menjadi unsur penting dalam pendidikan kewirausahaan.

Melalui kegiatan seperti LASTMANA Festival, mahasiswa dapat memahami proses bisnis secara langsung, mulai dari menyiapkan produk, memasarkan, hingga melayani konsumen.
LASTMANA Festival berlangsung selama satu hari dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa maupun sivitas akademika UIN Malang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda yang terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya kampus mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan berwirausaha dan kemandirian ekonomi.( Eno).






