Halal Bi Halal Media dan Divisi 2 Kostrad: Melayang Bersama, Merajut Kedekatan
Singosari I Serulingmedia.com – Halal bi halal biasanya identik dengan saling memaafkan, berjabat tangan, dan duduk bersama dalam suasana teduh penuh kehangatan. Namun, di Divisi 2 Infanteri Kostrad Singosari, makna itu tersaji dengan cara yang berbeda—lebih hidup, lebih dekat, dan tentu saja lebih memacu adrenalin.
Para wartawan Pokja Media Divisi 2 Kostrad bukan hanya datang untuk bersilaturahmi, tetapi juga diajak merasakan pengalaman unik yang selama ini hanya menjadi bagian dunia para prajurit: melayang di udara melalui wind tunnel, simulator latihan terjun bebas yang biasa digunakan pasukan untuk mematangkan teknik sebelum terjun dari pesawat.

Di Gedung Sky Diving Divisi 2 Kostrad, Kamis (9/4/2026), suara tawa, sorak semangat, serta percikan adrenalin menyatu di udara. Para wartawan mencoba ‘uji nyali’ terbang melayang dalam tekanan angin tinggi, merasakan pengalaman yang bagi prajurit adalah bagian dari tugas, namun bagi para jurnalis merupakan tantangan dan kebanggaan tersendiri. Dalam momen itu, batas antara media dan militer seolah mencair; yang tersisa hanyalah rasa kebersamaan yang hangat.
Perwira Penerangan Divisi, Lettu Infanteri Mulyanto, menyampaikan ucapan Idulfitri kepada seluruh insan media. Baginya, kegiatan halal bi halal ini adalah ungkapan terima kasih sekaligus ruang mempererat hubungan antara prajurit dan para pewarta.

“Kami merasa berterima kasih kepada media yang setia mewartakan kegiatan kami selama ini. Semoga hubungan baik ini terus ditingkatkan,” ujarnya.
Latihan wind tunnel dipandu oleh Pelda Surya Darma, instruktur sekaligus atlet terjun payung berprestasi yang telah mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuaraan nasional hingga internasional. Dengan kesabaran dan ketelitian, ia memperagakan teknik melayang yang benar agar para wartawan dapat masuk ke lorong angin dengan aman dan menikmati sensasi terbang tanpa risiko cedera.
Di tengah suasana penuh keakraban itu, perwakilan wartawan Pokja Divisi 2 Infanteri, Buang Supeno, menyampaikan apresiasinya kepada Divisi 2 Kostrad.
“Terima kasih atas undangan dan kesempatan yang diberikan. Semoga komunikasi dan kerja sama dengan Divisi 2 Infanteri Kostrad semakin erat. Bila perlu, kami juga siap diajak meliput latihan tempur atau mengenal alat perang dan mencobanya. Seperti di simulator wind tunnel ini, wartawan tidak hanya menulis, tetapi juga merasakan dan memahami langsung pengalaman para prajurit,” ungkapnya.
Pernyataan ini menggambarkan satu harapan: hubungan media dan militer tidak hanya bersifat formal, tetapi tumbuh melalui pengalaman bersama—merasa, mencoba, dan memahami sudut pandang satu sama lain.
Pada akhirnya, halal bi halal kali ini bukan sekadar acara seremonial. Ia berubah menjadi ruang belajar, ruang keberanian, dan ruang persaudaraan. Para wartawan belajar merasakan angin kuat yang biasa menyapa para penerjun prajurit; sementara prajurit melihat sisi lain para pewarta yang berani mencoba hal-hal baru demi memahami dunia yang mereka liput.
Di Singosari, silaturahmi tidak hanya terjalin lewat salam dan kata maaf. Ia terbang bersama hembusan angin di wind tunnel—menyatukan manusia dalam keberanian, menguatkan kepercayaan, dan merajut kedekatan yang tulus. ( Eno)






