Rumah Kompos TPS3R Giripurno Mulai Beroperasi, Pengelolaan Sampah Lebih Efektif

KOmpos_11zon

Batu, Giripurno I Serulingmedia.com – Rumah Kompos di TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) Dusun Kedung, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang dibangun pada akhir tahun 2025 bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, kini resmi mulai beroperasi. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah lanjut dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah organik di wilayah setempat.

Sebelum rumah kompos berdiri, warga Dusun Kedung telah terbiasa memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik yang terkumpul diproses melalui sistem juglangan—lubang yang dibuat di tanah di area belakang TPS3R—dan disemprot secara rutin dengan larutan EM4. Setelah penuh, lubang baru kembali dibuat. Saat ini, juglangan yang lama tinggal menunggu masa panen menjelang musim kemarau.

Kepala Dusun Kedung, Heri Siswanto, menjelaskan bahwa rumah kompos mulai dioperasikan pada Rabu (1/4/2026). “Sel 1 mulai diisi sejak awal bulan ini. Prosesnya masih dalam tahap uji coba, sehingga kami masih mencari metode fermentasi yang paling efektif,” ujarnya saat ditemui di lokasi pada Selasa (7/4/2026).

Heri juga mengungkapkan adanya masukan dari Kabid Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Batu, Endang Ari Setyoningsih, yang menyarankan agar sampah organik dicacah terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke rumah kompos. Namun, karena keterbatasan tenaga kerja, saran tersebut belum dapat diterapkan.

Meski demikian, proses pengolahan berjalan baik. “Sampah yang diangkut menggunakan motor tossa dapat langsung masuk ke rumah kompos untuk dilakukan pemilahan. Sampah sisa makanan kami pisahkan khusus untuk pakan maggot dan ayam. Setiap sampah organik yang masuk sel juga ditimbang untuk mengetahui volume harian,” jelasnya.

Selama satu minggu beroperasi, Heri bersyukur karena tidak banyak lalat yang muncul. “Jika ada belatung, langsung kami sapu dan masukkan kembali ke tumpukan sampah organik, lalu ditutup terpal. Pemisahan sampah makanan untuk pakan serta proses fermentasi yang tertutup terpal dan rutin disemprot EM4 dicampur eco enzyme membuat populasi lalat tidak berkembang,” ujarnya.

Beroperasinya rumah kompos ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Desa Giripurno serta menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa. (Rif/Eno)