Jamaah Muhammadiyah Lowokwaru Padati Lapangan Krida Budaya, Pesan Kuat Kebangkitan Peradaban Menggema di Hari Raya

1180294_11zon (1)

Malang | Serulingmedia.com —  warga yang tergabung dalam Cabang Muhammadiyah Lowokwaru memadati Lapangan Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, dalam pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2027).

 

Suasana khidmat berpadu dengan semangat kebersamaan yang begitu terasa sejak pagi hari.

 

Bertindak sebagai imam sekaligus khotib, Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., yang juga dosen FMIPA Universitas Brawijaya dan Wakil Ketua PWM Jawa Timur, menyampaikan khutbah bertajuk “Idul Fitri: Kemenangan Spiritual, Menuju Kebangkitan Peradaban Islam.”.

Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi momentum penting untuk memulai perubahan besar dalam kehidupan.

 

“Kita diharapkan berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya. Artinya, hidup kita harus bermakna dalam satu tahun ke depan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menambahkan, umur panjang tidak akan berarti tanpa diiringi amal dan kontribusi nyata. Oleh karena itu, setiap Muslim dituntut untuk menjadikan nilai-nilai Ramadan—seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial—sebagai fondasi dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, Prof. Sasmito mengajak umat Islam untuk bangkit membangun peradaban yang berkemajuan. Menurutnya, kebangkitan peradaban Islam dimulai dari individu yang berintegritas, keluarga yang kuat, serta masyarakat yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan akhlak mulia.

“Spiritualitas tidak boleh berhenti di tempat ibadah. Ia harus hadir dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pekerjaan, interaksi sosial, maupun kontribusi terhadap bangsa,” tegasnya.

Pelaksanaan Sholat Idulfitri di lingkungan Muhammadiyah Lowokwaru ini menjadi gambaran kuatnya ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

 

Antusiasme jamaah yang membludak menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan yang tetap terjaga.

Momentum Idulfitri tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati adalah ketika umat mampu menjaga konsistensi kebaikan pasca-Ramadan.

 

Dari lapangan terbuka ini, pesan kebangkitan peradaban Islam menggema—mengajak setiap insan untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga bergerak dan berkontribusi bagi masa depan yang lebih baik.( Eno).