Silaturahmi Ramadan KAHMI–HMI Pontianak, Edi Kamtono Soroti Kasus OTT Kepala Daerah di Indonesia

A849_11zon (1)

Pontianak | Spektroom — Silaturahmi Ramadan yang digelar keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Pontianak berlangsung hangat di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Minggu (15/03/2026). Dalam momentum buka puasa bersama tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turut menyoroti maraknya kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat sejumlah kepala daerah di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri para alumni HMI dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari unsur pemerintahan, birokrasi, akademisi hingga kalangan profesional. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat jaringan antaralumni yang selama ini berkiprah di berbagai sektor.

Ketua Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi silaturahmi yang telah lama terjalin di lingkungan alumni HMI dan KAHMI.

Menurutnya, kebersamaan seperti ini sangat penting untuk memperkuat ikatan emosional antaralumni yang memiliki latar belakang kaderisasi yang sama.

“Hari ini kita kembali bersilaturahmi. Dari dulu kita berharap ada agenda buka puasa bersama seperti ini. Kita berbangga karena akhirnya bisa terlaksana hari ini,” ujar Harisson.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pontianak yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut di rumah dinas wali kota.

“Memang kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan Kanda Edi siapa lagi. Terima kasih kepada Kanda Edi yang telah melaksanakan buka puasa bersama dalam rangka silaturahmi KAHMI di rumah dinas Wali Kota Pontianak,” katanya.

Sementara itu, Edi Rusdi Kamtono yang juga merupakan alumni HMI menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul bersama keluarga besar HMI dan KAHMI di bulan suci Ramadan.

Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar buka puasa bersama, melainkan momentum untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas antaralumni yang memiliki kesamaan nilai dan pengalaman kaderisasi.

“Kita bersyukur bisa bersilaturahmi pada kesempatan ini. Mudah-mudahan Ramadan ini menjadi yang terbaik bagi kita, segala ibadah kita diterima dan kesalahan kita diampuni Allah,” ujarnya.

Edi juga menilai HMI memiliki peran penting dalam membentuk karakter kadernya sehingga mampu berkontribusi di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam pemerintahan dan kepemimpinan daerah.

Ia mencontohkan, dalam kegiatan retret kepala daerah yang diikutinya beberapa waktu lalu, terdapat lebih dari seratus kepala daerah di Indonesia yang merupakan alumni HMI.

“Waktu retret ada seratus lebih kepala daerah yang merupakan alumni HMI,” ungkapnya.

Namun demikian, Edi menegaskan bahwa menjalankan pemerintahan daerah bukanlah hal yang mudah. Tantangan semakin kompleks, terutama di tengah tuntutan transparansi dan pelayanan publik yang cepat di era digital saat ini.

“Mengelola kota ini tidak semudah yang kita bayangkan. Maka diperlukan sinergi dan kolaborasi. Di era digital ini semuanya ingin cepat dan sangat transparan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas menjadi kunci utama dalam kepemimpinan daerah, terlebih dengan meningkatnya kasus hukum yang menjerat sejumlah kepala daerah.

“Di bulan ini saja sudah empat atau lima kepala daerah yang terkena OTT dengan berbagai macam persoalan. Tantangannya cukup besar, sehingga perlu kolaborasi dan sinergi semua pihak,” ujarnya.

Edi berharap momentum silaturahmi Ramadan ini dapat memperkuat soliditas alumni HMI dan KAHMI di Kalimantan Barat sehingga mampu terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. ( Pol/Eno)