Kabar bagi Perantau Batu: Lebaran 2026 Tanpa Mudik Gratis dari Pemkot
Batu | Serulingmedia.com – Kabar bagi para perantau asal Kota Batu yang berharap pulang kampung dengan fasilitas mudik gratis dari pemerintah kota pada Lebaran tahun ini harus sedikit bersabar.
Pasalnya, program mudik gratis yang sebelumnya digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dipastikan tidak diselenggarakan pada 2026.
Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian prioritas program di tengah penerapan kebijakan efisiensi anggaran daerah.
“Tahun ini memang tidak ada mudik gratis. Hal tersebut dikarenakan adanya imbas dari kebijakan efisiensi anggaran di internal pemerintah,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Menurut Susetya, pada tahun ini Dishub lebih memprioritaskan pengamanan serta kelancaran arus lalu lintas selama masa angkutan Lebaran.
Fokus tersebut mencakup penguatan pengawasan jalur mudik, kesiapan personel, hingga penyediaan berbagai fasilitas pendukung bagi pemudik yang melintas di wilayah Kota Batu.
“Fokus kami tetap pada keselamatan dan kelancaran arus mudik. Pengamanan jalur, kesiapan personel, dan fasilitas pendukung menjadi prioritas,” tambahnya.
Pada pelaksanaan sebelumnya, program mudik gratis yang diselenggarakan Pemkot Batu menyediakan sekitar 200 kuota penumpang dengan sejumlah rute favorit seperti Madiun, Ngawi, Jember, dan Banyuwangi.
Program ini mendapat respons tinggi dari masyarakat, khususnya pekerja sektor informal dan warga berpenghasilan menengah ke bawah.
Saat itu, masyarakat cukup menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga untuk dapat mengikuti program tersebut. Banyak peserta mengaku terbantu karena dapat menghemat biaya perjalanan mudik, terutama ketika harga tiket angkutan umum biasanya melonjak menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain membantu meringankan biaya perjalanan, program mudik gratis juga dinilai mampu menekan penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang kerap menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan selama musim mudik.
Meski demikian, Dishub juga mencatat sejumlah evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Salah satunya terkait manajemen keberangkatan yang dinilai masih perlu diperbaiki karena jadwal pelepasan bus sempat mengalami keterlambatan sehingga membuat calon penumpang menunggu cukup lama.
“Kalau ke depan ada lagi, semoga lebih tertata dan tepat waktu,” ungkap Susetya.
Ditiadakannya program mudik gratis tahun ini menjadi gambaran dampak kebijakan efisiensi anggaran di daerah.
Di satu sisi pemerintah harus menjaga stabilitas fiskal, sementara di sisi lain sebagian masyarakat yang selama ini terbantu oleh program tersebut harus kembali menyiapkan biaya perjalanan mudik secara mandiri.( Eno).






