Senat Luar Biasa UMI Makassar Kukuhkan Dua Guru Besar Baru
Makassar | Serulingmedia.com – Senat Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar rapat senat luar biasa untuk mengukuhkan dua guru besar baru di Auditorium Aljibra Kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (5/3/2026).
Prosesi akademik tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH.
Dua akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar yakni Prof. Dr. H. Amir Mahmud, SE., M.Si., M.Ak dalam bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Prof. Dr. Adnan Lira, SH., MH dalam bidang Hukum Tata Guna Tanah dan Tata Ruang.
Dalam pidato penerimaan jabatan guru besar bertajuk “Green Marketing dalam Perspektif Global dan Keberlanjutan”, Prof. Amir Mahmud menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar capaian akademik, melainkan amanah moral dan ilmiah untuk memastikan ilmu pengetahuan memberikan manfaat bagi umat manusia dan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, dunia saat ini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan lingkungan yang dipicu oleh praktik industri yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem.
“Momentum ini bukan hanya pencapaian akademik, tetapi pengingat akan tanggung jawab moral agar ilmu yang kita kembangkan berpihak pada kemaslahatan umat manusia serta keberlanjutan lingkungan hidup secara global,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Adnan Lira dalam pidato ilmiahnya berjudul “Menata Keadilan Ruang: Integrasi Hak atas Tanah dan Zonasi Ruang Indonesia” menyoroti konflik pertanahan yang masih sering terjadi di berbagai daerah.
Ia menjelaskan bahwa percepatan sertifikasi tanah, regulasi tata ruang yang semakin rinci, serta agenda investasi yang kian agresif seringkali menimbulkan persoalan baru di lapangan.
“Dalam praktiknya, legalitas formal suatu hak sering tidak berujung pada kepastian penggunaan ruang. Di sisi lain, kepentingan penataan ruang yang sah menurut rencana juga tidak otomatis diterima secara adil oleh warga,” jelasnya.
Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI yang juga Ketua Dewan Profesor UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE., M.Si mengingatkan bahwa sebagai perguruan tinggi Islam, seluruh aktivitas akademik UMI harus berlandaskan nilai-nilai Islam dan bersumber dari Al-Qur’an.
Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH menyatakan bahwa meskipun kedua guru besar yang dikukuhkan berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan visi dalam membangun ketangguhan masa depan.
“UMI tidak sekadar mencetak guru besar atau profesor, tetapi juga melahirkan arsitek ketahanan bangsa yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan strategis,” kata Hambali Thalib.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Dr. Andi Lukman mengungkapkan bahwa pengukuhan dua guru besar tersebut menjadikan jumlah guru besar UMI Makassar mencapai 117 orang. Angka tersebut mencakup sekitar 47 persen dari total guru besar di wilayah LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara.
“Hal ini menunjukkan peran UMI Makassar sangat signifikan dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas yang berkontribusi dalam pembangunan di berbagai sektor,” ujar Andi Lukman. (Yah/Eno)






