UIN Maliki Malang Matangkan Pengawasan UP PPG Batch IV, Tekankan Integritas dan Profesionalisme Guru

GURU.jpg1_11zon

Malang | Serulingmedia.comUIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin serius menyiapkan pelaksanaan Uji Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (UP PPG) Batch IV dengan menggelar pembekalan panitia dan pengawas, Jumat (20/2/2026) di Hotel Regent’s Park Malang. Kegiatan ini bertujuan memastikan ujian berjalan tertib, jujur, dan berkualitas, sekaligus menekankan integritas dan profesionalisme guru.

Pembekalan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Muhammad Walid, selaku penanggung jawab program. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Basri dan Wakil Rektor Bidang AUPK Zainal Habib. Dalam arahannya, Muhammad Walid menegaskan pentingnya peran pengawas dalam menjaga kredibilitas ujian, mengingat jumlah peserta mencapai 7.998 orang.

“UP PPG bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah pintu lahirnya guru bersertifikat pendidik yang berintegritas. Mohon kepada 200 pengawas untuk teliti, disiplin, dan menjaga kejujuran sebagai kunci utama,” pesannya.

Selain teknis ujian, pembekalan juga membahas arah baru PPG Dalam Jabatan Transformasi Batch IV Tahun 2025. Materi disampaikan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, M. Munir, yang menekankan pentingnya guru adaptif terhadap perubahan zaman, menguatkan literasi digital, serta mampu membangun karakter peserta didik. Transformasi ini menjadi kunci untuk menuntaskan ribuan guru yang belum tersertifikasi dan menunggu kebijakan lebih efektif.

Sejumlah tantangan juga dibahas secara terbuka, mulai dari kendala jaringan internet, listrik padam, perangkat bermasalah, hingga potensi pelanggaran seperti penggunaan joki. Panitia diingatkan untuk bersikap tegas tetapi tetap bijak, menjaga keseimbangan antara pengawasan ketat dan empati terhadap peserta.

Sesi berikutnya menghadirkan dua penyelia nasional, Jumarim dari UIN Mataram dan Mujahid dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang memaparkan alur teknis pelaksanaan ujian, standar pengawasan, serta mekanisme pelaporan bila terjadi kendala darurat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan peserta aktif menanyakan prosedur pengawasan dan koordinasi saat menghadapi kendala nonteknis. Antusiasme ini mencerminkan keseriusan panitia dalam menjaga mutu dan kredibilitas ujian.

Melalui persiapan matang ini, UIN Malang menargetkan UP PPG Batch IV berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Harapannya, peserta tidak hanya lulus secara administratif, tetapi benar-benar siap menyandang gelar guru profesional. Pada akhirnya, kualitas pendidikan bergantung pada guru yang mampu belajar, beradaptasi, dan memimpin perubahan di ruang kelas masing-masing. (eno)