Pemprov Sulsel Pacu Perbaikan Tujuh Ruas Jalan Strategis Luwu Raya, Akses Seko Jadi Prioritas

959864_11zon

Sulawesi Selatan | Serulingmedia.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus memacu percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Luwu Raya guna memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses ekonomi dan pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil.

Saat ini, Pemprov Sulsel melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) tengah memproses dua paket proyek strategis perbaikan jalan, salah satunya Paket VI yang mencakup tujuh ruas jalan vital penghubung kabupaten dan kota di Luwu Raya.

Kepala Dinas BMBK Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan proses lelang Paket VI masih berada pada tahap pembukaan dokumen. Namun demikian, pihaknya optimistis pekerjaan fisik dapat segera dimulai apabila seluruh tahapan berjalan lancar.

“Informasi terakhir masih tahap pembukaan dokumen lelang. Insyaallah kita percepat, mudah-mudahan bisa mulai dikerjakan akhir Februari,” ujar Andi Ihsan, Sabtu (31/1/2026).

Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), tujuh ruas jalan yang menjadi sasaran perbaikan tersebut meliputi:
Ruas Batas Kabupaten Toraja Utara–Pantilang–Bua sepanjang 3,00 kilometer
Ruas Tedong Bonga–Buntao–Batas Kabupaten Luwu sepanjang 25,96 kilometer
Ruas Pantilang–Bonglo–Batas Kota Palopo sepanjang 17,43 kilometer
Ruas Batas Kabupaten Luwu–Latuppa sepanjang 5,17 kilometer.

Sementara di wilayah Kota Palopo, tiga ruas jalan yang akan diperbaiki yakni Jalan Samiun sepanjang 0,25 kilometer, Jalan Opu Tosappaile sepanjang 1,35 kilometer, dan Jalan Pong Simpin sepanjang 4,82 kilometer.

Untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, Dinas BMBK Sulsel terus melakukan koordinasi intensif dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Pemprov Sulsel.

Tak hanya fokus pada ruas jalan strategis di kawasan perkotaan dan antarwilayah, Pemprov Sulsel juga menaruh perhatian besar pada akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, wilayah terpencil yang berjarak sekitar 550 kilometer dari Kota Makassar dengan kondisi medan yang tergolong ekstrem.

Saat ini, akses menuju Seko masih didominasi jalan berlumpur, berbatu, serta jembatan kayu. Kendaraan roda empat hanya mampu mencapai Dusun Paladoan, sementara perjalanan selanjutnya harus dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) bersama Pemprov Sulsel sepakat melakukan pembiayaan bersama.

KemenPU mengalokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar, sedangkan Pemprov Sulsel menyiapkan Rp20 miliar dari APBD.

“Ini juga sedang kita proses dan secepatnya akan dilelang. Paket dari KemenPU sudah ada pemenangnya, sementara dari APBD Sulsel prosesnya terpisah,” jelas Andi Ihsan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan bahwa berbagai proyek infrastruktur tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Sulsel dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan konektivitas di wilayah Luwu Raya.

“Paket-paket infrastruktur di wilayah Luwu Raya ini merupakan bentuk atensi dan keberpihakan Pemprov Sulsel terhadap pembangunan dan peningkatan konektivitas kawasan,” pungkas Jufri Rahman.(Yah/Eno).