Revitalisasi Trotoar di Kota Batu: Upaya Meningkatkan Keindahan Kota dan Mengantisipasi Banjir
Batu I serulingmedia.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat, ST., MT., mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan sosialisasi secara maraton mengenai revitalisasi trotoar di tujuh kawasan strategis di Kota Batu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keindahan kota serta mengantisipasi terjadinya banjir. Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Alfi dalam acara yang berlangsung di Gedung Kelurahan Sisir, Kecamatan Kota Batu, Jumat malam ( 31 /5/ 2024 ).
Menurut Alfi, revitalisasi trotoar ini adalah bagian dari upaya untuk menciptakan kota yang indah dan tertata, sesuai dengan status Kota Batu yang telah meningkat dari sebuah kecamatan menjadi kotamadya dan kini dikenal sebagai kota wisata. Perubahan status ini membawa konsekuensi tersendiri, terutama dalam penataan kawasan yang terbatas namun harus tetap mendukung perkembangan kota. Revitalisasi trotoar diharapkan tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga membantu kelancaran pejalan kaki dan arus lalu lintas, serta mencegah banjir saat hujan deras.
Ada tujuh kawasan yang akan mengalami penataan dan revitalisasi trotoar, yaitu Jalan Bromo-Semeru, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pattimura, Jalan Diponegoro, Jalan Dewi Sartika, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Dewi Sartika. Dari ketujuh kawasan ini, tiga di antaranya merupakan kawasan strategis yang menjadi fokus utama pengerjaan, yaitu Jalan Bromo-Semeru (Brosem), Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Pattimura. Pengerjaan revitalisasi ini diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 26,6 miliar dari APBD 2024 dan direncanakan selesai pada November 2024.
“ ada 7 kawasan dan 3 diantaranya merupakan Kawasan strategis yang kita kebut pengerjaannya revitalisasi trotoar, guna meningkatkan keindahan kota dan antisipasi banjir “ ungkap Alfi didampingi kabid Bina Marga Eko Setiawan
Kabid Bina Marga, Eko Setiawan, yang mendampingi Alfi, menambahkan bahwa sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat memahami maksud baik pemerintah dalam penataan kawasan. Dengan penataan yang baik, pejalan kaki akan merasa lebih nyaman, arus lalu lintas akan lebih lancar, dan yang terpenting, kawasan tersebut tidak akan mengalami banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.
“ Pengerjaan rivitalisasi ini dikebut direncanakan tuntas sekitar November 2024 “ tambahnya.
Revitalisasi trotoar ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan Kota Batu sebagai destinasi wisata. Penataan yang baik tidak hanya akan meningkatkan estetika kota, tetapi juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warganya. Selain itu, upaya ini juga menjadi bentuk respons terhadap perubahan iklim yang mengakibatkan cuaca ekstrem, termasuk hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir.
Melalui sosialisasi yang terus dilakukan, diharapkan masyarakat Kota Batu dapat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program ini. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, tujuan untuk menjadikan Kota Batu sebagai kota wisata yang indah, nyaman, dan bebas banjir dapat tercapai. Revitalisasi trotoar ini bukan hanya tentang perbaikan fisik, tetapi juga tentang membangun kota yang lebih baik untuk masa depan.( Eno )






