Dinas PUPR dan DLH Batu Tangani Sumbatan Air di Sejumlah Ruas Jalan Kota Batu

Screenshot_2025-01-15-18-06-35-682_com.mi.globalbrowser-edit

 

Batu | Serulingmedia.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu melaksanakan pengerukan dan penanganan sumbatan air di sejumlah ruas jalan, Rabu pagi (15/1/2025).

Lokasi yang menjadi fokus utama meliputi Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, Brosem, Kasiman, hingga Jalan Sultan Agung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ir. Alfi Nurhidayat, ST., MT., menjelaskan bahwa pihaknya telah merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan ini.

Menurut Ir. Alfi, curah hujan tinggi yang tidak tertampung oleh sistem drainase menjadi penyebab utama meluapnya air.

Luberan air tersebut menggenangi sejumlah lokasi, termasuk jalan raya, Alun-Alun Kota Batu, parkiran Batu Plaza, serta kawasan lainnya.

Oleh karena itu, langkah pertama yang diambil adalah memastikan kapasitas saluran drainase memadai.

Tim dari Dinas PUPR telah melakukan inspeksi langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik kritis yang membutuhkan penanganan segera.

Perbaikan drainase ini mencakup pembersihan saluran dari sampah, sedimentasi, dan material penghambat lainnya.

Selain itu, Ir. Alfi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sampah yang menumpuk di saluran air menjadi salah satu penyebab utama banjir. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut berpartisipasi dalam program kebersihan lingkungan,” ujarnya.

“Kita tahu bagaimana dampak hujan deras di Kota Batu yang menyebabkan air meluap ke sejumlah ruas jalan. Hari ini kita eksekusi semuanya, insya Allah kita pastikan selesai,” Sambung Alfi yang mengerahkan seluruh tenaga lapangan PUPR dan DLH dalam aksi ini.

Pembersihan sampah difokuskan pada kawasan Jalan Kartini. Tim menemukan berbagai jenis sampah yang menyumbat gorong-gorong, seperti potongan kursi bekas, kursi plastik, meja-meja, botol, hingga ban bekas.

“Yang membuat sumbatan pada gorong-gorong sehingga perjalanan air tidak lancar adalah sampah-sampah yang menumpuk, termasuk potongan kursi bekas, botol, dan ban bekas,” jelas Alfi.

Sebagai langkah normalisasi, dilakukan juga crossing jalan untuk membagi aliran air sehingga saluran di Jalan Kartini dan sekitarnya kembali normal.

“Dengan langkah ini, kami harap aliran air bisa lancar dan tidak meluap ke jalan raya,” tambahnya.

Alfi berharap masyarakat turut menjaga kebersihan saluran drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kegiatan ini akan lebih optimal jika masyarakat juga memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga saluran drainase dari sumbatan sampah. Jangan buang sampah sembarangan,” pungkasnya.

Sebagai kepala dinas yang memiliki dua tanggung jawab penting, Ir. Alfi berkomitmen memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal.

Dinas Lingkungan Hidup, misalnya, akan memfokuskan upaya pada pengelolaan limbah dan sampah kota yang sering kali menjadi sumber masalah dalam sistem drainase.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi tantangan banjir. Respons cepat dan terintegrasi menjadi kunci utama dalam menangani permasalahan ini.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan permasalahan banjir dapat diminimalkan, menciptakan kota yang lebih aman dan nyaman bagi warganya. kerja sama semua pihak adalah fondasi utama untuk mengatasi tantangan lingkungan.

Keberhasilan langkah-langkah yang dirancang Ir. Alfi dan timnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi dampak genangan air di Kota Batu sekaligus mencegah terjadinya banjir di masa mendatang. ( Eno).