Kota Batu Susun Rencana Aksi Keselamatan 2025–2029, Angka Kecelakaan Jadi Sorotan Serius
Batu | Serulingmedia.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Aksi Keselamatan (RAK) 2025–2029 di Lemba Metro Batu, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah krusial pemerintah dalam memperkuat kebijakan keselamatan lalu lintas, sekaligus merespons tingginya angka kecelakaan di Kota Batu.
Plh Sekretaris Dishub Kota Batu, Hari Juni Susanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan FGD ini bukan hanya agenda formal, tetapi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam penyusunan RKA.
Ia menekankan bahwa keselamatan lalu lintas merupakan isu bersama yang memerlukan keseriusan dan pendekatan lintas sektor.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen RKA yang tidak hanya bagus secara konsep, tetapi juga aplikatif di lapangan. Keselamatan adalah urusan semua pihak. Karena itu, masukan dan kolaborasi seluruh peserta sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Dishub Batu berkomitmen menghadirkan strategi keselamatan yang lebih terukur, mengingat Kota Batu memiliki karakteristik wilayah wisata yang padat mobilitas.
FGD tersebut dihadiri perwakilan OPD, Polres Batu, serta berbagai pemangku kepentingan lain yang berkaitan dengan keselamatan lalu lintas di Kota Batu.
Pada sesi pemaparan teknis, staf khusus konsultan, Anton, membeberkan data kecelakaan lalu lintas yang menjadi dasar penyusunan pedoman RAK.
Selama periode 2020–2024, Kota Batu mencatat 1.122 kejadian kecelakaan dengan 1.463 korban. Tercatat 154 orang meninggal dunia, dan mayoritas korban fatal merupakan usia produktif 16–30 tahun.
“Data ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap pengguna jalan usia produktif menjadi prioritas penting. Tanpa langkah komprehensif, angka ini tidak akan turun,” jelasnya.
Penyusunan RAK dilaksanakan berdasarkan amanat PP Nomor 37 Tahun 2017 tentang Keselamatan LLAJ.
Dengan adanya dokumen ini, pemerintah menargetkan penurunan angka kecelakaan, pengurangan korban jiwa, peningkatan keselamatan pengguna jalan, penyediaan pedoman operasional bagi seluruh stakeholder, serta integrasi program keselamatan lintas sektor.
Melalui FGD dan proses penyusunan RAK 2025–2029, Kota Batu diharapkan mampu membangun fondasi keselamatan lalu lintas yang lebih kokoh dan berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa jalan raya menjadi ruang aman bagi seluruh warganya.( Eno).






