UIN Malang Buka IC-ISLEH 2025: Wakil Rektor Basri Targetkan UIN Maliki Lampaui Al-Azhar dalam Lima Tahun

Screenshot_2025-11-24-12-59-41-310_com.android.chrome-edit

Malang | Serulingmedia.com -Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmen akademiknya dengan menggelar THE 4th International Conference on Islam, Science, Language, Law, Education, Economics and Humanity (IC-ISLEH 2025).

Konferensi internasional yang digelar selama dua hari, Senin–Selasa (24–25/11/2025) ini menghadirkan peneliti dan akademisi dari berbagai negara, dengan total 140 paper yang disubmit dan dipresentasikan.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., yang menegaskan pentingnya forum ilmiah ini untuk memperkuat kontribusi keilmuan UIN Malang di kancah global.

Agus Maimun juga mengapresiasi penuh dukungan Rektor, para Wakil Rektor, panitia, serta para Kaprodi dan Sekprodi Pascasarjana S2 dan S3.

Ia berharap kolaborasi akademik yang terbangun mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang berdampak nyata bagi pengembangan ilmu dan masyarakat global.

Namun perhatian peserta tertuju kuat pada sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri Zain, M.A., Ph.D., yang hadir mewakili Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.

Basri Ungkap Kejayaan Baru UIN Malang

Dalam pidatonya, Dr. Basri menegaskan bahwa UIN Malang kini berada pada fase pertumbuhan strategis dengan tiga kawasan kampus yang tersebar di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Ia juga menegaskan capaian UIN Malang sebagai PTKIN terbaik nomor satu di Indonesia, yang menjadi modal kuat untuk melangkah lebih jauh di tingkat global.

Dengan penuh keyakinan, ia menyampaikan visi besar kampus hijau tersebut:

“Lima tahun ke depan, insyaAllah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan melampaui Universitas Al-Azhar dan menjadi perguruan tinggi Islam terbaik kedua di dunia,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta konferensi.

AI Penting, Tapi Nalar Manusia Tidak Boleh Menghilang

Selaras dengan tema besar konferensi tentang Islam, Artificial Intelligence, dan Tantangan Etika Global, Dr. Basri menyampaikan pesan tegas mengenai peran AI dalam dunia akademik.

“AI sangat penting, tetapi AI bukan segalanya. Tidak semua data yang dihasilkan AI valid. Fenomena akademik saat ini menunjukkan kemampuan menulis meningkat, tetapi budaya membaca menurun — dan ini sangat berbahaya. Jika hanya mengandalkan AI, nalar kritis tidak akan berkembang,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan utama konferensi, mengingat derasnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam riset dan pendidikan.

Konferensi Dua Hari, Hadirkan Pemikir Dunia

IC-ISLEH 2025 akhirnya resmi dibuka oleh Wakil Rektor Basri dengan pembacaan basmalah. Selama dua hari penyelenggaraan, kegiatan ini menghadirkan puluhan pemakalah, pembicara kunci, dan panel akademik yang membahas isu kontemporer seputar Islam, sains, bahasa, teknologi, ekonomi, dan kemanusiaan.

Konferensi ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi riset internasional serta menghasilkan rekomendasi akademik yang relevan bagi masa depan pendidikan Islam dan dinamika global di era digital. ( Eno).