Warga Serbu Pasar Murah Ngaglik! Harga Beras Cuma 11 Ribu, Minyak 15 Ribu, dan Telur Melimpah

Screenshot_2025-11-12-13-15-11-182_com.android.chrome-edit

Batu | Serulingmedia.com – Antusiasme warga memadati Pasar Murah Provinsi Jawa Timur yang digelar di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, pada Rabu (12/11/2025).

Kegiatan yang hanya berlangsung satu hari ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.

Sekretaris Kelurahan Ngaglik, Erfan, mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Stok beras premium sebanyak 1,5 ton dijual Rp14 ribu per kilogram, sedangkan beras medium Rp11 ribu per kilogram. Minyak goreng Rp15 ribu per liter, gula pasir Rp16 ribu per kilogram, dan telur Rp24 ribu per paket,” terang Erfan saat ditemui di lokasi kegiatan.

Selain kebutuhan pokok, pasar murah ini juga menampilkan beragam produk unggulan UMKM Kelurahan Ngaglik.

Di antaranya hasil olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) seperti sayur organik, aneka snack dan keripik, serta produk kerajinan udeng, frozen bakso, dan nugget buatan lokal.

Erfan menambahkan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga karena harga barang yang dijual terjangkau dan membantu menekan beban ekonomi masyarakat.

“Bagi desa dan masyarakat, pasar murah ini sangat menguntungkan karena harga yang lebih rendah dibandingkan pasaran. Selain itu, pelaku UMKM juga mendapat kesempatan untuk mempromosikan produknya,” ujarnya.

Salah satu warga Kelurahan Ngaglik, Siti Rahmawati (42), mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini.

“Sekarang harga di pasar sedang naik semua. Dengan adanya pasar murah ini, saya bisa beli beras, minyak, dan telur dengan harga lebih terjangkau. Sangat membantu kami, apalagi menjelang akhir bulan seperti ini,” tutur Siti sambil tersenyum membawa belanjaannya.

Pasar murah ini menjadi bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM di tingkat kelurahan. ( Eno).