Bansos Beras di Desa Sumberejo Wujud Kepedulian dan Stabilitas Pangan Nasional
Batu | Serulingnedia.com — Dalam upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, Pemerintah Desa Sumberejo Kecamatan Batu kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Penyaluran dilakukan di Balai Desa Sumberejo pada Kamis (30/10/2025), dengan total 20 kilogram beras untuk setiap keluarga, hasil akumulasi dari dua tahap penyaluran selama September dan Oktober 2025.

Kepala Desa Sumberejo, Drs. Riyanto, menyampaikan bahwa tahun ini terdapat 92 keluarga yang menerima bantuan, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 144 keluarga.
Menurutnya, penurunan jumlah penerima manfaat ini merupakan indikator positif dari membaiknya kondisi perekonomian masyarakat.
“Penurunan diakibatkan kondisi perekonomian mulai membaik, pindah rumah, dan ada yang meninggal dunia. Setiap tahun kami lakukan pengecekan,” ungkap Riyanto.
Program bansos beras ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang digagas pemerintah pusat dan mendapat persetujuan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Melalui kebijakan tersebut, setiap keluarga penerima manfaat berhak menerima 10 kilogram beras per bulan selama enam bulan berturut-turut.
Langkah ini tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumsi semata, tetapi juga berperan strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
Lebih jauh, penyaluran bantuan di Desa Sumberejo menjadi wujud nyata dari sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah desa.
Drs. Riyanto menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung seluruh program pemerintah dan memastikan proses distribusi berjalan dengan lancar, transparan, serta tepat sasaran.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat di desa kami. Kami akan terus mengawal penyaluran bantuan ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung warga,” ujarnya.

Dari pelaksanaan program ini tampak bahwa Desa Sumberejo tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan implementasi program nasional.
Bansos beras bukan sekadar bentuk bantuan, melainkan simbol kepedulian negara terhadap kesejahteraan rakyatnya, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak.
Dengan langkah-langkah nyata seperti ini, harapan untuk mewujudkan masyarakat desa yang tangguh, sejahtera, dan berdaulat pangan bukanlah sekadar cita-cita, melainkan sebuah proses yang sedang berjalan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.( Eno).






