Kolaborasi Halal Center UIN Malang dan UIN SATU Tulungagung: Langkah Inspiratif Menuju Indonesia Pusat Halal Dunia 2029

bbn

Malang | Serulingmedia.com – Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Akreditasi Lembaga Pelaksana Pelatihan Jaminan Produk Halal (LPPJPH), di Ruang Theater Lantai 3, Gedung Saifuddin Zuhri UIN SATU Tulungagung, Selasa lalu (21/10/2025).

Kegiatan strategis ini bertujuan memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung program nasional Jaminan Produk Halal (JPH).

FGD ini menjadi langkah taktis antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk mengakselerasi kesiapan infrastruktur ekosistem halal di Jawa Timur menjelang tenggat wajib sertifikasi halal dan visi Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia pada 2029.

Untuk mendukung cita besar tersebut, ketersediaan LPPJPH yang terakreditasi dan kompeten ditekankan sebagai syarat mutlak guna menyediakan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang halal.

Dalam diskusi ini, H. Mohammad Faiz Alamsyah, Lc, selaku Analis Bimbingan Pelayanan dan Konsultasi Direktorat Bina Jaminan Produk Halal BPJPH RI, memaparkan secara rinci prosedur serta persyaratan teknis akreditasi LPPJPH.

Kepala Halal Center UIN Malang, Eny Yulianti, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata pembangunan jejaring kolaboratif antar Halal Center di Jawa Timur.

“Kolaborasi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang membangun kekuatan besar untuk visi yang lebih tinggi. Bersama, kita ingin memastikan bahwa Indonesia bukan hanya mengikuti arus halal global, tetapi menjadi pemimpinnya.”
Ungkap Eny.

UIN Malang yang telah berpengalaman dalam akreditasi dan pengembangan program hadir mendampingi UIN SATU untuk mempercepat proses akreditasi LPPJPH secara efisien dan efektif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi kelembagaan antara UIN Malang dan UIN SATU Tulungagung.

Langkah kolaboratif ini juga dipandang sebagai kontribusi konkret dalam membentuk ekosistem halal yang berdaya saing global menuju terwujudnya Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia tahun 2029.

Semangat optimisme mengemuka bahwa sinergi yang dibangun hari ini adalah fondasi masa depan. “Saat visi besar disertai kolaborasi dan kesiapan, bukan mustahil Indonesia berdiri tegak sebagai poros halal dunia,” ungkap salah satu peserta FGD dengan penuh keyakinan.( Eno).