Fakhrurrozi Mahasiswa UIN Malang Masuk 50 Dai Terbaik Nasional di FESyAr 2025

Screenshot_2025-09-17-06-20-01-236_com.android.chrome-edit

Malang | Serulingmedia.com – Fakhrurrozi, mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, berhasil mencatat prestasi membanggakan.

Ia terpilih sebagai salah satu dari 50 peserta terbaik Training of Trainer (ToT) Da’i dan Da’iyah Ekonomi Syariah pada Festival Ekonomi Syariah (FESyAr) Jawa 2025 yang digelar Bank Indonesia di Surabaya, 11–12 September 2025.

Disebutkan terpilihnya dirinya bukan hanya penghargaan pribadi. Lebih dari itu yakni merupakan simbol bahwa semangat dakwah bisa berpadu dengan visi kemandirian ekonomi umat.

Fakhrurrozi menegaskan bahwa dakwah tidak cukup hanya dengan kata-kata, melainkan harus menembus ruang praksis kehidupan, salah satunya melalui literasi ekonomi syariah.

Selain sebagai mahasiswa UIN Malang, Fakhrurrozi juga dipercaya sebagai Ketua Dai Muda Kementerian Agama Republik Indonesia.

Meski sudah menyandang amanah sebagai Ketua Dai Muda Kemenag RI, ia tidak merasa cukup dengan gelar atau posisi.

Justru dengan hadir di forum nasional ini, Fakhrurrozi memperlihatkan bahwa kepemimpinan sejati adalah kesediaan untuk terus mengasah diri dan memperkuat jaringan demi maslahat yang lebih luas.

Menurutnya, keikutsertaannya dalam forum bergengsi ini merupakan langkah penting untuk memperdalam dakwah ekonomi syariah secara sistematis di tingkat nasional.

“Ini kesempatan berharga untuk memperkuat literasi ekonomi umat. Saya ingin membawa semangat dakwah yang lebih kontekstual, sesuai kebutuhan zaman,” kata Fakhrurrozi.

Program ToT Dai Ekonomi Syariah FESyAr 2025 dirancang Bank Indonesia untuk melahirkan kader dai yang memahami ekonomi syariah secara komprehensif.

Materinya meliputi kebijakan BI, fiqh muamalah kontemporer, gaya hidup halal, hingga pengelolaan keuangan sosial syariah seperti zakat, infak, dan wakaf.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya K.H. Muhammad Cholil Nafis (MUI Pusat), K.H. Zubaidi (MUI Pusat), KH Musta’in (Ketua BWI Jawa Timur), serta pejabat Bank Indonesia dan OJK. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.

Diskusinya dengan tokoh-tokoh nasional, dari K.H. Muhammad Cholil Nafis hingga para pejabat Bank Indonesia, adalah bukti bagaimana seorang dai muda tidak boleh terpaku pada mimbar semata.

Ia harus hadir di tengah masyarakat dengan pemahaman yang kontekstual: menjelaskan fiqh muamalah modern, mengajarkan gaya hidup halal, hingga menguatkan gerakan zakat, infak, wakaf, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Keberhasilan Fakhrurrozi semakin menegaskan kontribusi UIN Malang dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan ekonomi umat di era modern.

Fakhrurrozi memberi inspirasi bahwa generasi muda Islam memiliki peran vital dalam menjawab tantangan zaman. Ekonomi syariah yang kini tumbuh pesat di Indonesia membutuhkan corong dakwah yang segar, lugas, dan membumi.

Dan Fakhrurrozi adalah salah satu wajah muda yang membawa harapan itu—bahwa dakwah bukan hanya tentang mengajak pada kebaikan, tetapi juga membimbing umat agar berdaya, mandiri, dan sejahtera dalam bingkai syariah. ( Eno).