Zia Ulhaq Serap Aspirasi Warga Pakis dan Lawang dalam Reses DPRD Kabupaten Malang
Malang | Serulingmedia.com – Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Partai Gerindra, Zia Ulhaq, menggelar reses di kediamannya di Kecamatan Pakis, Jumat malam (8/8/2025).
Kegiatan reses menjadi salah satu momen penting dalam siklus kerja anggota DPRD. Di sinilah, wakil rakyat kembali “turun gunung” bertemu langsung dengan konstituennya, mendengarkan keluh kesah, dan menampung aspirasi yang akan diperjuangkan di meja kebijakan.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta, perwakilan dari 15 desa di Pakis serta 10 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Lawang meliputi kepala desa, perangkat desa, kader penggerak, serta penerima manfaat program pokok pikiran DPRD.
Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini menandakan bahwa reses bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang komunikasi yang mempertemukan berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Zia Ulhaq yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, menegaskan bahwa reses menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah daerah pemilihan (dapil).
“Kami mengundang konstituen untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi, agar bisa kami perjuangkan di tingkat kebijakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Zia Ulhaq menegaskan bahwa reses adalah wadah resmi untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya (dapil).
Aspirasi yang dihimpun sangat beragam, namun semuanya berakar pada kebutuhan riil masyarakat.
Di antara yang paling menonjol adalah permintaan pendirian SMP baru di wilayah perbatasan. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya akses pendidikan yang lebih dekat dan merata.
Isu lapangan pekerjaan juga mengemuka, mencerminkan keresahan warga terhadap ketersediaan peluang kerja yang layak di daerah mereka.
Dalam ranah infrastruktur, aspirasi mengarah pada pemerataan dan keadilan, mulai dari program bedah rumah, pavingisasi jalan, hingga perbaikan dengan hotmix.
” Semua ini berkelindan dengan kebutuhan peningkatan kualitas hidup dan kenyamanan lingkungan ” Lanjutnya.
Tak kalah penting adalah permintaan legalitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang diharapkan dapat membuka peluang pemasaran lebih luas.
Pemberdayaan masyarakat melalui program seperti bioflok untuk budidaya lele dan nila juga menjadi perhatian, menandakan bahwa warga mulai melihat potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Sementara itu, kebutuhan alat-alat pertanian yang diajukan menggambarkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah ini.
Kegiatan reses ini mencerminkan pola hubungan timbal balik antara wakil rakyat dan masyarakatnya.

Di satu sisi, rakyat berharap suaranya didengar dan diwujudkan dalam kebijakan nyata. Di sisi lain, anggota dewan memerlukan masukan langsung dari lapangan agar keputusan yang diambil relevan dan tepat sasaran.
Dalam konteks inilah, reses menjadi lebih dari sekadar kewajiban formal; ia menjadi jembatan harapan dan realisasi.
Dengan aspirasi yang begitu beragam dan menyentuh berbagai aspek kehidupan, tantangan berikutnya bagi Zia Ulhaq adalah mengolah masukan tersebut menjadi program konkret yang dapat diperjuangkan di DPRD Kabupaten Malang.
Harapan masyarakat kini berada di pundaknya, dan keberhasilan mengawal aspirasi ini akan menjadi tolok ukur seberapa besar peran wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan konstituennya.( Eno).






