PHI Gandeng YPI Megarezky Makassar, Perkuat SDM Hospitality Berkelanjutan

1067617_11zon

Makassar | Serulingmedia.com — Phinisi Hospitality Indonesia (PHI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Pendidikan Islam Megarezky Makassar dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pertumbuhan industri hospitality dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung Senin (23/2/2026), penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan riil industri.

Ketua YPI Megarezky Makassar, Moch Noer Alim Qalby, menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia usaha dalam mencetak SDM unggul.

“Membangun SDM tentu membutuhkan kolaborasi, baik dari sisi keilmuan maupun praktik. Kami memilih Phinisi Hospitality Indonesia sebagai mitra awal karena PHI merupakan grup besar yang terbuka terhadap pengembangan SDM dan inovasi,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan semata, melainkan segera diwujudkan dalam program-program konkret.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi segera diwujudkan dalam program nyata yang memberi manfaat langsung bagi mahasiswa maupun industri,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mega Rezky Makassar, Anwar Ramli, menyatakan kesiapan kampus dalam mendukung kebutuhan industri melalui 35 program studi yang dimiliki.

“Mega Rezky yang awalnya dikenal sebagai institusi pendidikan kesehatan dan keguruan, kini telah berkembang menjadi universitas dengan spektrum keilmuan yang luas dan siap menjawab tantangan industri,” jelasnya.

Di sisi lain, CEO PHI Makassar, Anggiat Sinaga, menekankan pentingnya menghadirkan SDM yang memiliki daya saing tinggi.

“Industri membutuhkan SDM yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki pemahaman nilai, pelayanan, serta kreativitas. Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti Mega Rezky merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hospitality,” ungkapnya.

Melalui sinergi ini, kedua pihak optimistis mampu menghadirkan model kolaborasi pendidikan dan industri yang adaptif, relevan, serta berdampak langsung bagi penguatan SDM lokal, khususnya di kawasan Indonesia Timur.(Yah/Eno)